Rabu, 30 Mei 2018

#PesonaRamadhan2018 : Menikmati Aktivitas "Golek Takjil" di Kampoeng Mataraman

Gerbang masuk Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam,  nuansa ramadhan di Indonesia sangat terasa.  Mulai dari munculnya pasar tiban yang menyediakan aneka jajanan untuk berbuka di waktu petang,  ramainya masjid yang menyelenggarakan aktivitas keagamaan,  hingga aneka tawaran paket buka bersama di tempat-tempat makan yang menyediakan aneka menu unggulan.

Bulan ramadhan memang bulan yang membawa keberkahan.  Banyak roda kegiatan ekonomi yang menggeliat di bulan ini.  Dari yang sejak awal memang sudah menjadi pengusaha,  sampai yang tiba-tiba menjadi pengusaha dadakan, terutama usaha kulineran. 

Tak terkecuali di Jogja tercinta.   Banyak tempat wisata kuliner yang bisa jadi rujukan. Sebut saja pasar Jogokariyan,  pasar Kauman,  ditambah lagi ada 7 pasar destinasi wisata digital baru yang selama ramadhan juga ikut buka di waktu sore. Sehingga menambah alternatif tujuan untuk ngabuburit.

Salah satu destinasi digital,  Pasar Banyunibo
(doc : pasarbanyunibo
Saya sendiri merasakan momen ramadhan ini membuat waktu terasa lebih longgar. Rutinitas pekerjaan tidak sepadat biasanya, terutama aktivitas di seputar dapur. Sehingga kesempatan untuk berjalan-jalan menikmati suasana sore bisa lebih leluasa dilakukan. "Golek Takjil" demikian istilah yang saat ini tengah trend di kalangan masyarakat Jogja. Mengacu pada kegiatan mencari menu berbuka puasa di waktu senja. Saya dan keluarga juga sering melakukannya, jalan-jalan sambil menikmati suasana.

Sayangnya sampai puasa hari ke-12 belum satupun destinasi digital Jogja yang pernah saya datangi.  Dikarenakan waktu dan kondisi yang belum memungkinkan jika pergi ke lokasi yang agak jauhan. Mas sopir yang biasa mengantar masih punya tanggungan beberapa pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun di awal bulan nanti kami telah merencanakan untuk mengunjungi salah satu destinasi  digital di Jogja yang sudah lama menjadi incaran, yakni pasar banyunibo. Sepertinya asyik,  menunggu berbuka sambil menikmati suasana candi..hmm.. Syahduu.. . 

Kampoeng Mataraman,  Menikmati Kulineran dalam Suasana Desa Abad 19-an
Adalah Kampoeng Mataraman sebuah tempat makan yang tidak sengaja saya temukan ketika jalan-jalan menikmati petang menunggu saat adzan berkumandang. Berada di jalan Ringroad Selatan No.93 Glugo Sewon Bantul Jogja,  lokasi Kampoeng Mataraman sebenarnya mudah dicari. Cuma letaknya saja yang agak tersembunyi tidak pas di pinggir jalan,  tapi agak masuk dari jalan utama. Untungnya ada papan petunjuk yang menginformasikan keberadaan Kampoeng Mataraman ini.

Halaman depan Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Kampoeng Mataraman menempati area yang cukup luas yakni sekitar 6 hektar. Berdiri di tanah milik kas desa Panggungharjo,  dan merupakan usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Panggung Lestari.  Sehingga segala pengelolaannya melibatkan masyarakat desa Panggungharjo. Resmi berdiri pada pertengahan tahun 2017 Kampoeng Mataraman diharapkan dapat berkontribusi terhadap pendapatan desa dan mampu meningkatkan kesejahteraan serta taraf perekonomian penduduk setempat. 
Sebagian bangunan beratap limasan di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Kampoeng Mataraman memiliki konsep desa wisata yang mengangkat kuliner khas desa serta edukasi budaya. Dengan latar belakang sejarah kehidupan masyarakat kampung pada jaman kerajaan Mataram di awal abad 19-an. Segala tata ruang dan bangunan yang ada di Kampoeng Mataraman menggunakan konsep penataan kampung di jaman kerajaan Mataram, dimana terdapat kekhasan dalam bentuk bangunan,  lokasi pawon atau dapur,  dan lain-lain.

Salah satu bangunan limasan (doc. Pri) 
Jadi ketika kita memasuki Kampoeng Mataraman,  kita tidak akan merasa sedang masuk ke sebuah tempat makan,  namun kita seperti sedang bertamu ke sebuah desa yang tenang yang seolah membawa kita ke masa lalu. Semua terasa menyatu,  bangunan maupun segala pernik yang ada di situ.  

Yang Istimewa di Kampoeng Mataraman
Begitu kita masuk ke Kampoeng Mataraman,  kita akan disuguhi dengan pemandangan khas pedesaan.  Sebuah gerbang masuk bertulis "Kampoeng Mataraman" seolah memberi ucapan selamat datang. Wajah ramah para pegawai dengan balutan busana jawa akan segera kita temui. Demikian pula tempat makan berbentuk bangunan limasan yang cocok untuk acara gathering bareng keluarga,  kolega,  maupun teman, dengan model duduk lesehan. Bila ingin memesan makanan,  kita bisa langsung ke warung atau ratengan yang menyatu dengan dapur atau pawon,  dimana kita bisa mengambil hidangan ala prasmanan.  Menu yang disajikan adalah sayur dan lauk khas pedesaan, seperti lodeh,  oseng genjer,  mangut lele,  dan lain-lain dengan aneka minuman tradisional seperti wedang sere,  beras kencur,  yang bisa jadi pilihan.

Warung makan (ratengan)  di Kampoeng Mataraman

Pawon yang menyediakan aneka gorengan (doc. Pri) 
Pawon atau dapur yang ada letaknya tidak di bagian belakang,  tapi berdampingan dengan bangunan limasan.  Hal ini mengandung filosofi pawon sebagai tempat meracik makanan mempunyai fungsi yang vital yang merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam hidup,  yakni sandang, pangan,  dan papan. 

Hidangan yang bisa diambil secara prasmanan (doc. Pri) 
Mengunjungi Kampoeng Mataraman, memang tidak sekedar bisa menikmati makan-makan. Namun lebih jauh kita juga bisa belajar tentang tata cara kehidupan masa lampau yang menggantungkan mata pencaharian dengan bercocok tanam.  Di bagian belakang, terdapat areal persawahan untuk para pengunjung melihat aktivitas pertanian,  seperti membajak sawah, menanam padi, atau menanen sayuran.

Musholla (doc. Pri) 
Ada pula halaman belakang tempat aneka mainan tradisional bisa kita coba mainkan.  Ada egrang,  theklek,  gasing, sepeda kumbang  dan masih banyak lagi. Beberapa bisa dimainkan secara free,  ada pula yang berbayar dengan biaya yang cukup terjangkau. Kampoeng Mataraman ini cocok dan juga ramah untuk anak-anak.  Halamannya yang luas memungkinkan anak untuk bereksplorasi dan berekspresi. 

Anak-anak sedang bermain dengan sepeda kumbang (doc. Pri)
Warung jujur,  menjual aneka dolanan anak (doc.pri)

Aneka dolanan anak yang dijual (doc. Pri) 
Bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan mengenakan baju tradisional lengkap dengan segala atributnya, dapat menyewa properti di Kampoeng Mataraman ini.  Telah disediakan pula beragam spot foto yang keren dan instagramable.

Salah satu spot favorit di Kampoeng Mataraman
Menunggu waktu berbuka di Kampoeng Mataraman bisa menjadi pilihan. Karena waktu menunggu tidak memunculkan rasa  bosan. Banyak hal bisa dilakukan.  Duduk bersantai sambil menikmati pemandangan,  atau mencoba aneka dolanan tradisional.

Spot unik di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 

Ngabuburit di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Sesuai dengan julukan Jogja sebagai kota wisata dan budaya,  hadirnya Kampoeng Mataram bisa menjadi salah satu referensi tempat wisata kuliner yang asyik untuk dikunjungi. Apalagi fasilitas di sini juga cukup memadai.  Terdapat kamar mandi dan juga mushola yang bisa digunakan para pengunjung. Lahan parkir yang disediakan pun luas, sehingga pengunjung dapat memarkir kendaraannya dengan leluasa. Menikmati makanan sambil belajar kebudayaan? Yuk ke Kampoeng Mataraman...

***

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Wah.. Iya po? Masih harus banyak belajar menulis ini... Terima kasih sudah mampir... 😊

      Hapus
  2. Aku sering lewat..ini rumah makan yang deket UMY itu kan ya..? Klo dari jalan ga kelihatan dalemnya...ternyata asyik yaa...kayak nuansanya tempo dulu...menu maemnya apa aja..? Harga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, ini perempatan ringroad jl paris ke barat, masuk jalur lambat kurang lebih 400 meter, kiri jalan, ada plangnya besar kok. Menunya jangan ndeso, seperti aneka lodeh, oseng genjer, aneka gorengan, dll. Harganya murmer kok..

      Hapus
  3. Wah, baru tahu tentang Kampung Mentaraman ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mbak.. Kapan2 kalau ke Jogja mampir... Saya anterin deh.. Hihi...

      Hapus
  4. Ya ampun tempatnya bagus banget, aduh aku kalau disitu pasti sibuk banget sama kameraku deh hahaha, konsep pawon & prasmanannya bagus banget.

    Meta,
    www.ursula-meta.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. Iya mbak.. Membawa kita ke suasana tempo dulu... 😁

      Hapus