Sabtu, 02 Desember 2017

Workshop Etiket Blogger bersama Kang Pepih Nugraha

Masih dalam rangkaian acara temu blogger kesehatan bersama Kemenkes RI di Hotel Aston yang mengambil tema Cermat Gunakan Obat yang dilaksanakan tanggal 21 November 2017 lalu, ada satu sessi tambahan khusus untuk blogger yang cukup bermanfaat dan bergizi tinggi. Yaitu acara Workshop "Etiket Untuk Blogger (Netiket) dan Mengisi Konten yang Bermanfaat" dengan nara sumber Kang Pepih Nugraha yang dimoderatori Mbak Wawa dari Blogger Crony.

Mbak wawa in action, doc : pri

Sessi ini ibarat bonus bagi kami para blogger. Setelah hampir sehari serius menyimak materi tentang germas dan gema cermat, saatnya upgrade pengetahuan tentang per-blogging-an. 

Kang Pepih ini dulunya adalah wartawan Kompas yang sejak tahun 2005 mendalami social media dengan membuat personal blog dan mempraktikkan citizen journalism dengan membangun social blog Kompasiana. Dan saat ini Kang Pepih tengah sibuk mengurus rumah barunya di pep.news.com.

Kang Pepih, doc : pri

Dalam sharingnya, Kang Pepih menyampaikan bahwa saat ini eksistensi blogger semakin diakui. Banyak kegiatan atau acara yang dalam pelaksanaannya menggunakan blogger sebagai media partner. Oleh karena itu dalam membuat tulisan, blogger juga harus tahu etikanya, agar terhindar dari masalah.

Etika atau norma yang harus senantiasa kita patuhi itu adalah : #Think before you post, sebelum kita menposting sesuatu pikir baik2 manfaat dan dampaknya. 

#Remember people, ketika kita menshare apapun, ingat orang-orang yang ada di sekitar kita. Hindari sesuatu berbau sara yang berpotensi menimbulkan pro dan kontra. 

#Lurk before leap, ancang-ancanglah ketika akan melompat. Maksudnya ketika kita akan menyampaikan ide atau gagasan kita, lihat latar belakang budaya dan sejarah di mana kita berada. Jangan sampai ide itu bertentangan dengan tata nilai yang dianut sebagian besar masyarakat kita.

#Dont break the law, dalam menulis patuhi aturan atau undang-undang yang berlaku. Hindari sesuatu yang berbau ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, karena ancamannya pidana.

#Do not shit where you eat, jangan menjelekkan tempat di mana kamu bekerja atau mencari nafkah.

#Share your expertise, berbagilah lewat tulisan dari apa-apa yang kamu kuasai.

#Stop the fighting, jangan berselisih di media sosial. 

#Dont misuse the power, jangan gunakan keahlianmu untuk merusak.

Nah, kedelapan netiket itu yang harus kita pegang sebagai panduan akhlak kita sebagai blogger. Selain itu, ketika kita menulis, pikirkan benefit atau manfaat untuk orang lain dari apa yg akan kita share.  Pokoknya kita harus membiasakan diri untuk bijak bersosmed.

Mengenai konten yang dapat kita tulis bisa tentang :
1. Apa yg kita kuasai
2. Apa yg kita sukai
3. Apa yang kita alami
4. Apa yang kita kerjakan
5. Apa yang kita ketahui
6. Apa yang kita pikirkan
7. Apa yang kita perkirakan
8. Apa yang kita hayalkan

Kang pepih juga menekankan kekuatan tulisan seorang blogger adalah story telling, dan itu menjadi pembeda kita dengan yang lain. Karena setiap orang punya ciri khas sendiri-sendiri. Biasakan menggunakan teknik show don't tell. 

Teknik ini membuat keterlibatan imajinasi pembaca lebih kuat dan mereka tidak bosan membaca tulisan kita. Deskripsikan sesuatu dengan detil, jangan langsung menyebutkan. 

Sebagai contoh untuk menggambarkan orang yang cantik. Kita bisa melihat perbedaan penulisan sebagai berikut :

Dengan teknik tell :
Seorang gadis cantik berbaju biru tengah melamun di kursi taman. Tampaknya dia sedang menunggu kawannya yang berjanji akan datang.

Teknik show :
Sore yang mendung, seorang gadis tampak duduk termenung di kursi taman. Wajahnya khas jawa, kulitnya bersih, hidungnya mancung, serasi dengan bibir mungilnya yang tampak merah merona. Alisnya tegas, menaungi sepasang matanya yang lentik. Ada sedikit resah di sorot matanya, sepertinya dia tengah menunggu seseorang...

Di tulisan pertama (teknik tell) kita langsung menyebutkan dalam kalimat kalau tokoh dalam cerita adalah seorang perempuan yang cantik. Sementara di tulisan kedua (teknik show) kita membiarkan pembaca mengimajinasikan bagaimana sosok perempuan dalam cerita berdasarkan deskripsi yang diberikan. 
Terlihat kan bedanya?

Foto bareng para blogger dan Kang Pepih, doc : mbak wawa 

Satu lagi, agar kemampuan menulis meningkat, kita harus rajin berlatih dan banyak membaca untuk menambah referensi kita. Menulis dan membaca adalah dua hal yang saling berkaitan. Semakin kita banyak membaca, semakin banyak ide yang akan kita tangkap.

Nah, itu oleh-oleh workshop yang bisa saya bagi untuk teman-teman...semoga bermanfaat ya...happy blogging...:)

***

Baca juga :


2 komentar:

  1. Wah..sering ikut event blogger juga ya Mbak.Bagus banget materinya. Berguna buat kita yg newbie di dunia blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak...ya belum terlalu sering sih..masih belajar ini...alhamdulillah kalau bermanfaat..mksh ya mb...sdh mampir...:)

      Hapus