Kamis, 12 Oktober 2017

Asyiknya Petualangan Susur Goa Pindul dan Rafting Sungai Oya

Ini ceritanya late post yang kebangetan...

Nemu foto jadul, jadi teringat kalau dulu pernah ke Goa Pindul, sayang banget kalau nggak ditulis. Sebagai kenangan kalau pernah ke sini dan juga kenangan dulu pernah jadi orang kantoran yang kerja 6 hari seminggu, dan 8 jam per hari. 

Goa Pindul
Jadi ceritanya 4 tahun yang lalu, kantor saya mengadakan outing ke Goa Pindul. Pemilihan Goa Pindul bukan tanpa alasan, selain dekat karena masih di wilayah DIY, waktu itu Goa Pindul juga lagi happening. Jadi biar gaul, harus nengok ke sana. 

Kebetulan ada seorang kawan kantor yang rumahnya di daerah Bejiharjo yang nikah. Jadi sewaktu kita rame-rame berangkat kondangan, sekalian kami survey sekedar untuk melihat-lihat situasi di sana. 

Setelah obral obrol dengan warga sekitar dan melihat foto yang ada, akhirnya kita sepakat mau mengadakan acara gathering sekaligus refreshing di sana. 

Di hari yang disepakati kami berombongan berangkat bareng menggunakan 2 buah bus sekitar pukul 08.00 WIB. Agak molor 1 jam dari waktu awal yg disepakati. Padahal tadinya sepakat berangkat jam 07.00 WIB agar sampai lokasi masih pagi sehingga tidak terlalu panas untuk berkegiatan. Karena waktu itu kami mengambil paket yang ada outbondnya. Jadi sebelum kegiatan tubing Gua Pindul dan rafting Sungai Oya, ada permainan bersama sebagai ice breaking dan pemanasan. 

Sekitar pukul 09.30 WIB kami sampai lokasi. Setelah semua siap, kamipun mulai kegiatan awal..outbond tipis-tipis.

Diawali dengan pemanasan ringan berupa peregangan, kami kemudian dikelompokkan dalam grup yang terdiri dari 10 orang. Kemudian kami mulai permainan kekompakan berupa balap bakiak dan egrang. Seru juga ternyata. Seperti mengulang kembali masa kecil. Beberapa teman tampak bersemangat mengikuti, bahkan ada yang sampai terjatuh-jatuh. 
Lomba Egrang

Sekitar 20 menit kami memainkan dua permainan itu. Untuk kemudian kami melanjutkan games ke 3 yakni tangkap ikan. Sebuah kolam berukuran kurang lebih 4m x 4m dengan air setinggi lutut dan warna air kehijauan karena penuh lumut telah dipersiapkan. Setiap kelompok dipersilahkan memilih anggotanya untuk masuk ke dalam kolam untuk menangkap ikan. Kelompok dengan jumlah ikan paling banyaklah yang nantinya menang. Sepuluh menit pertama suasana tertib, masing-masing anggota kelompok berusaha menangkap ikan dengan sebaik-baiknya. Tetapi menit selanjutnya anggota lain yang nenunggu di atas menjadi tidak sabar, karena yang di kolam seperti kesulitan menangkap ikan. Akhirnya berbondong-bondong anggota kelompok yang masih di atas turun masuk ke dalam kolam. Akibatnya bisa dibayangkan, kolam penuh sesak dengan orang-orang dan semakin sulit menangkap ikan. Akhirnya ada satu orang yang iseng menciprati anggota yang lain dengan air kolam yang kotor. Yang kena ciprat tidak terima dan membalas, kena ke anggota lainnya, yang akhirnya juga ikut mencipratkan air. Akhirnya lomba tangkap ikan berubah menjadi ajang siram-menyiram air yang heboh..
Dan di manakah saya berada ? Tetep di atas kolam dong...menjadi penonton sambil tertawa-tawa melihat tingkah mereka. 

Lagi seru-serunya "pertempuran" di kolam berlangsung, tiba-tiba terdengar peluit dari pemandu acara. Artinya kegiatan pemanasan berakhir dan kita menuju ke petualangan selanjutnya...cave tubing pindul.

Menuju Lokasi Goa Pindul
Perjalan kami selanjutnya adalah menuju markas dari pihak pengelola yang kami pilih untuk memandu kami dalam kegiatan tubing Pindul dan rafting Oya ini. Di sana nanti kami akan dibagi peralatan yang kami butuhkan berupa ban besar sebagai pelampung dan jaket pelampung. 

Selama perjalanan kami melihat rombongan pengunjung lain yang telah siap dengan peralatan tempurnya. Sebuah ban besar mereka bawa dan jaket pelampung melekat di badan mereka. Jaket pelampung yang mereka pakai berbeda-beda warnanya, ada yang biru, orange, dan merah.

Sampai di markas pengelola, masing-masing kami diberi ban dan jaket pelampung untuk kami kenakan. Menggunakan jaket pelampung adalah syarat wajib, yang bisa maupun tidak bisa berenang harus memakainya. Itu sudah menjadi standar keamanan yang wajib diikuti. Selanjutnya kami diarahkan pemandu menuju pintu masuk Goa Pindul...dan ternyataa..jeng..jeng..jeng..kami harus antrii...

Foto sebelum ke lokasi

Siap dengan peralatan tempur
Antriannya panjang mengular tampak di beberapa sisi, semua menunggu giliran masuk. Ya maklum hari itu hari Sabtu jadi banyak yang berkunjung. 

Antrian

Cukup lama kami mengantri, ada sekitar 45 menitan. Lumayan membosankan ditengah udara siang yang cukup terik. Sampai kemudian kami diminta bersiap dan mulai masuk ke dalam sungai yang yang menjadi jalan masuk ke arah gua, lega rasanya ketika kami sudah mulai masuk ke dalam sungai dan mulai bersiap untuk susur goa. Namun ternyata di dalam sungai kami harus antri lagi..hiks..
Narsis sambiln nunggu antrian

Karena memang jumlah pengunjung yang bisa masuk ke dalam goa dibatasi, selain karena faktor keamanan dan kenyamanan (kalau terlalu banyak yang masuk takutnya cadangan oksigen yang ada di dalam goa tidak cukup dan bisa membahayakan keselamatan pengunjung) adanya kawanan kelelawar yang menghuni goa juga perlu dijaga agar mereka tidak merasa terganggu dengan suara manusia. 

Oh ya, sambil menunggu antrian, saya cerita sedikit tentang Goa Pindul ya..

Tentang Goa Pindul
Goa pindul merupakan destinasi wisata alam susur goa bawah tanah, yang di dalamnya terdapat aliran sungai di sepanjang lorong goa. Sehingga susur goa dilakukan dengan menyusuri aliran sungai menggunakan peralatan khusus berupa ban dalam besar (tube) dan jaket pelampung. Itulah sebabnya kegiatan susur goa pindul diberi istilah cave tubing Pindul. Adapun sejarah dari Goa Pindul sendiri konon kabarnya kisah penamaan Gua Pindul diawali dari sebuah peristiwa dimana utusan dari Panembahan Senopati yang diberi perintah untuk membuang seorang bayi. Yang ketika dimandikan di sungai yang mengalir di sebuah gua, tidak sengaja pipinya terantuk dinding gua, sehingga akhirnya mbendul..jadilah gua itu dinamai GOA PINDUL, alias GUA PIPI KEBENDHUL...

Goa pindul mulai dikelola sebagai objek wisata sejak tahun 2010. Berdasar informasi yang saya peroleh goa  ini memiliki panjang kurang lebih 350 meter, lebar antar dinding rata-rata 4 meter, ketinggian dari permukaan air dengan dinding atas sekitar 5 meter dan kedalaman air sungai sekitar 1-12 meter. Penyusuran dapat ditempuh dengan waktu normal 40-60 menit. Durasi waktu tergantung situasi, kondisi dan keinginan pengunjung sendiri. Kalau penuh seperti saat ini bisa jadi waktu tempuh lebih pendek,,karena memberi kesempatan pada yang lain juga..

Pemandangan Unik di dalam Goa
Wah nggak terasa, tiba giliran kelompok kami masuk ke dalam goa. Kami saling berpegangan ban, kemudian oleh pemandu kami di dorong masuk menuju mulut goa..dan petualanganpun dimulai...

Sebelum menyusuri goa, pemandu berpesan agar kami tenang. Di dalam goa hidup kawanan kelelawar yang peka terhadap suara, suara yang bising takut mengganggu tidur mereka. 

Pertama yang kami masuki adalah zona gelap, tidak ada cahaya yang masuk ke dalam goa. Satu-satunya sumber cahaya adalah lampu senter dari pemandu yang digunakan untuk menunjukkan keindahan stalagtit dan stalagmit goa. Tahu kan bedanya stalagtit dan stalagmit? Stalagtit itu batuan yang terbentuk dari tetesan air ke arah bawah (ke lantai gua), sementara stalagmit adalah batu yang terbentuk dari rembesan air ke arah ke atas (ke arah langit goa), gampangnya begitu..:)

Ada banyak stalagtit yang ada di Goa Pindul, diantaranya yang istimewa adalah batu stalagtit mutiara yang tetesan airnya dipercaya bikin awet muda jika dioleskan ke wajah.

Batu mutiara

Adalagi batu tirai yang bentuknya bergerombol seperti tirai. Terdapat juga stalagtit raksasa yang disebut soko guru, yang bentuknya seperti tiang yang menyangga goa. Memiliki panjang sekitar 7 meter dan lebar sekitar 5 rentang tangan orang dewasa. Zona di mana batu soko guru berada ini disebut zona sempit.
Batu tirai

Pilar kembar / soko guru

Selanjutnya terdapat juga stalagmit yang disebut batu perkasa, yang diyakini bisa menambah keperkasaan bagi pria yang menyentuhnya.
Batu perkasa

Selesai menikmati indahnya bebatuan yang ada di langit2 goa, kami masuk zona remang-remang. Di sini banyak sekali kelelawar yang bergelantungan di atap Goa sehingga di dinding goa terdapat banyak lukisan yang dibuat oleh kelelawar yang berasal dari kotoran atau mungkin juga air liur si kelelawar.

Contoh lukisan kelelawar


Cahaya Surga
Selesai menyusuri zona kelelawar, sebelum hampir ke finish kami melihat cahaya matahari yang menerobos masuk ke dalam goa melalui lobang yang ada di atas goa yang karena keindahannya disebut sebagai cahaya surga.
Cahaya surga

Zona terang

Nah di area yang disebut goa vertikal yang merupakan zona terang ini, kami bisa melakukan aktifitas bermain air dan foto-fotoan sepuasnya. Tidak perlu takut tenggelam, karena jaket pelampung akan mempertahankan posisi kita tetap mengapung. Jadi bagi yang tidak bisa berenang, tetap aman. Yang dibutuhkan hanya nyali alias keberanian. 

Sebenarnya kami masih ingin berlama-lama di situ, bermain air dan menikmati suasana yang tenang di sana. Sayang, kami harus bergantian dengan rombongan lain, sehingga petualangan di Goa Pindul harus kami sudahi.

Akhirnya kami keluar melalui sungai yang disebut Banyu Moto untuk melanjutkan perjalanan menuju Sungai Oya dengan menggunakan mobil bak terbuka. Di sungai oya nanti kami akan melakukan susur sungai atau rafting. 

Cerita mengenai susur sungai Oya Insya Allah saya lanjutkan di lain waktu ya....
Terima kasih...

***

Catatan : foto dokumentasi dari pemandu kegiatan.

2 komentar:

  1. Goa Pindul masih ramai aja, ya. Masih jadi salah satu destinasi favorit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak..secara umum.gunung kidul tambah rame, byk tempat yang lagi hits..he3..mksh sdh mampir...:)

      Hapus