Rabu, 25 Mei 2016

Sejarah Makanan khas Jogja

Sumber gambar klikhotel.com

Berawal dari rasa penasaran, kenapa suatu makanan dinamai x, y, atau z, mulailah saya mencari tahu asal-usulnya..
Karena segala sesuatu pasti ada.sejarahnya..demikian pula dengan nama makanan. Karena itulah, kemudian saya melakukan pencarian asal muasal nama makanan khas dari jogja..

Dan berikut hasil penelusuran saya..
1. Gudeg, konon nama itu berasal dari sanjungan suami terhadap hasil masakan istrinya. Begini kisahnya...pada suatu masa hiduplah sepasang suami istri yang harmonis. Kebetulan suami itu berkebangsaan inggris, sedangkan sang istri asli jogja. Suami itu biasa memanggil istrinya dengan panggilan kesayangan dek.. suami itu sering bepergian untuk melaksanakan bisnisnya. Suatu saat, sang suami pergi ke luar kota untuk suatu urusan.  Untuk menyambut sang suami pulang dari bepergian, si istri bingung masak apa. Sampai kemudian dia teringat resep masakan nangka muda (gori) yang meruakan resep turun -temurun dari keluarganya. Resep ini menjadi andalan karena bentuknya yang mirip suwiran daging dan semakin enak bila dimasak berulang-ulang. Sehingga cocok dengan suasana saat itu yang serba kesulitan. Akhirnya sang istri menghidangkan masakan nangka muda itu kepada suaminya. Pada saat suaminya mencicipi masakan itu, sang suami merasa puas dan.berulangkali memberikan sanjungan ke.sang istri dengan berkata,"its good dek, good dek..."
Sang istri merasa bangga dan kemudian menceritakan hal.itu.kepada teman2 dan tetangganya, bahwa suaminya amat menyukai masakannya dan berulang-ulang bilang good dek..good dek..,sehingga akhirnya masakan itu terkenal dengan nama gudeg, he3..lucu ya...;), ga tahu ini kisahnya sahih atau sekedar lucu-lucuan...
pengen atau kangen dengan hidangan gudeg?silakan datang ke sentra gudeg di wijilan, ada yang dikemas dalam kaleng juga lho..jadi awet dan praktis.

2. Bakpia
Bakpia ini merupakan makanan hasil.akulturasi kebudayaan cina. Tadinya bakpia yang bernama asli tao lu pia yang artinya roti berisi daging. Biasanya isinya adalah daging babi. Karena kebanyakan orang jawa umumnya muslim, akhirnya isinya dimodifikasi menjadi kacang hijau. Merk dari bakpia memakai nomor, yang merupakan nomor rumah dari si pembuat bakpia. Demikian sejarah bakpia, yang sentra pembuatnya bisa dijumpai di daerah Patok Yogyakarta.

3. Geplak, makanan yang menggunakan kelapa dan gula sebagai bahan utama ini, berasal dari bantul. Makanan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pabrik gula yang berdiri di bantul pada masa kolonial dahulu. Ada sekitar 6 pabrik gula yang ada di Bantul dari total sekitar 17 pabrik gula yang ada di DIY. Dari 6 itu hanya tinggal 1 yakni pabrik gula madukismo yang berdiri dan masih beroperasi. Dahulu geplak hanya ada 2 warna, putih bila menggunakan gula pasir, dan coklat bila menggunakan gula merah. Banyaknya pabrik gula yang ada di diy itu jugalah yang melatar belakangi kenapa cita rasa masakan jogja banyak yang manis.

4. Gebleg, tidak ada sumber yang jelas mengenai sejarah gebleg yang merupakan makanan khas kulon progo. Makanan yang terbuat dari tepung tapioka yang berbentuk angka 8 ini semakin terkenal bersamaan dengan munculnya motif batik gebleg renteng yang menjadi batik khas dari kabupaten kulon progo. Kalau dari sisi artinya, setahu saya gebleg dengan ejaan e dibelakang seperti e pada kata enteng, itu artinya dipukul dengan tangan. Mungkin dinamai gebleg karena cara pembuatannya dengan memukul2 adonannya sebelum kemudian dibentuk menjadi angka 8 dan dikukus, entahlah...karena dalam hal ini saya bener-bener ngarang..he3..
Penampilan gebleg sebagai oleh2 sekarang semakin rapi lho..dengan dikemas dan diberi label serta diberi tambahan sambel rujak yang pedas dan nikmat..

5. Gathot dan tiwul, berasal dari gunung kidul. Makanan ini dilatarbelakangi oleh kondisi alam gunung kidul yang hanya cocok ditanami palawija. Sehingga singkong merupakan makanan pokok di sana. Untuk meningkatkan umur simpan dari singkong, singkong diolah menjadi gaplek. Gaplek adalah singkong yang dikupas dan dijemur sampai kering. Pengolahan dari gaplek inilah yang dinamakan tiwul dan gathot. Kalau tiwul berasal dari tepung gaplek yang dicampur dengan air sehingga menjadi butiran seperti nasi dan dimasak dengan kukusan yang didalamnya diberi gula merah. Sedangkan gathot terbuat dari gaplek yang terlebih dahulu direndam, dipotong kecil-kecil dan dikukus kemudian dihidangkan dengan kelapa kukus. Penasaran rasanya? ada kok sekarang tiwul dan gathot instan...lebih praktis dan mudah masaknya...


Dari penelusuran yang saya lakukan, hanya gudeg yang menjelaskan asal muasal nama gudeg. Yang lainnya cuma sejarah keberadaan makanan itu tanpa tahu kenapa makanan itu dinamai demikian. Ga papa ya...buat tambahan info saja..he3

Sumber :
Keripiku.blogspot.co.id
Jogja.co
Kulineryogyakartaenak.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar