Sabtu, 02 Juni 2018

BW Food Festival : Belajar Food Photography bersama Chef Harisatu Zakaria dan Bakpia Wong Jogja


Sebagai seorang blogger,  saya sangat paham kekurangan  saya.  Yakni kurang bisa meng-capture momen lewat jepretan kamera yang dapat memperkuat jalinan cerita. Padahal gambar atau foto sangat besar perannya dalam menarik perhatian pembaca agar mau sampai tuntas membaca tulisan kita.

Saat sedang mengulas tentang sebuah tempat makan yang memiliki menu unggulan yang ingin direkomendasikan, tidak mungkin narasi akan menjadi menarik tanpa dukungan gambar atau foto-foto yang ciamik.  Oleh karenanya mau tidak mau pengetahuan bagaimana cara menangkap gambar lewat kamera agar hasilnya prima harus saya pelajari juga.

Dan sepertinya semesta mendukung keinginan saya. Lewat undangan workshop food photography sekaligus buka bersama di hari Senin tanggal 31 Mei 2018 lalu,  saya berkesempatan untuk mengunduh ilmu tentang food Photograpy bersama Harisatu Zakaria seorang chef yang memiliki ketertarikan dan keahlian di bidang food styling dan food photograpy.

Kegiatan yang disponsori oleh Bakpia Wong Jogja ini merupakan salah satu acara dalam rangkaian kegiatan BW Food Festival yang dilaksanakan dari tanggal 31 Mei sampai dengan 3 Juni 2018. 

Gerai Bakpia dan Batik Wong Jogja
BW Food Festival adalah sebuah acara yang diadakan untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan Bakpia dan Batik Wong Jogja kepada masyarakat melalui aneka kegiatan. Diantaranya workshop food photography dan workshop shibori. Selain itu ada pula parade food truck yang menjual aneka makanan dan minuman kekinian yang bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit bersama. 

Tentang Workshop Food Photography
Senin, 31 Mei 2018 pukul 15.30 WIB saya sudah berada di Bakpia wong Jogja bersama teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Blogger Jogja.  Ada sekitar 30 peserta yang akan mengikuti materi workshop ini.  Dan mereka terlihat antusias sekali.  Sambil menunggu acara dimulai, saya dan beberapa teman menyempatkan diri melihat-lihat lokasi.

Sepintas terlihat penataan ruang di gerai ini sangat rapi.  Banyak spot-spot foto yang disediakan untuk pengunjung.  Lahan parkirnya pun luas,  sehingga mampu menampung kendaraan tamu dengan jumlah yang banyak.  Nanti deh,  setelah mengikuti workshop fotografi,  saya akan mengeksplor tempat ini.

Sebagian peserta workshop (doc pri) 
Setelah melakukan presensi,  tidak berapa lama kemudian acara dimulai. Chef Hari mulai memperkenalkan diri. Dia bercerita latar belakang ketertarikannya di bidang fotografi,  yang memang sudah ada sejak remaja.  Bahkan selepas SMA tadinya Chef Hari ingin masuk ke jurusan Desain Komunikasi Visual,  tetapi karena anjuran orang tua akhirnya masuk ke jurusan Teknik Boga UNY. 

Chef Hari memulai acara (doc pri) 
Meskipun demikian, Chef Hari tetap bisa melanjutkan passionnya di bidang fotografi, dengan mengambil spesialisasi di bidang food photography. Bahkan food photograpy merupakan kombinasi dari semua hobi Chef Hari,  yakni hobi makan dan fotografi. "Memang benar,  menuruti kehendak orang tua itu banyak hikmahnya," tutur Chef Hari.

Dalam pemaparannya Chef Hari menyampaikan,  fotografi adalah seni melukis cahaya. Kemampuan kita dalam menentukan arah cahaya menjadi faktor penentu bagus tidaknya foto yang kita hasilkan.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Chef Hari juga menyampaikan peralatan atau equipment dasar yang kita harus punya untuk bisa mengambil gambar yang bagus, diantaranya adalah kamera,  tripod,  lighting,  reflektor,  diffuser,  dan lensa.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Dan foto makanan yang bagus merupakan hasil kerjasama dari fotografer dan food stylist.  Percuma foto bagus kalau penataan makanannya tidak cantik.

Hal penting yang harus kita lakukan sebelum melakukan pengambilan foto makanan adalah kita harus paham terlebih dahulu tentang makanan yang akan kita ambil gambarnya.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 

Sehingga kita harus mau mempelajarinya, agar kita bisa menentukan konsep, background,  format,  angle, dan pattern yang tepat untuk makanan yang akan kita ambil gambarnya.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Materi workshop (sumber : Chef Hari)
Termasuk juga objek apa yang akan ditonjolkan, warna, maupun kombinasi dari penataan, pemilihan garnish yang kita gunakan, condiment,  dan property yang kita pakai, semua hanya bisa pas kalau kita terlebih dahulu mempelajari seluk-beluk makanan yang akan kita foto. 

Materi workshop (sumber : Chef Hari) 

Materi workshop (sumber : Chef Hari) 

Banyak sekali ilmu yang diberikan Chef Hari,  yang akan terlalu panjang jika diceritakan di blog ini. Namun ada satu kata kunci yang harus digarisbawahi, dalam food photography keberhasilan kita dalam mengambil gambar dapat dilihat dari berhasil tidaknya foto makanan itu membangkitkan selera makan dari orang yang melihatnya.

Chef Hari memberi contoh menata objek dan properti lain untuk difoto (doc pri) 
Dalam kegiatan ini,  selain teori kami juga melakukan praktik membuat foto dengan objek Bakpia Wong Jogja. Masing-masing kami berusaha menghasilkan karya terbaik yang kami bisa. Dengan berusaha menerapkan ilmu yang diberikan Chef Hari. Dan ini hasil foto jepretan saya,  masih jauh dari sempurna sih, tapi sepertinya lebih bagus dari biasanya 😁😁.

Bakpia Wong Jogja varian reguler (doc pri)
Sesaat jelang berbuka,  workshop food photograpy ini diakhiri dengan gembira, dan kamipun mulai buka puasa.

Tentang Bakpia Wong Jogja
Selain sebagai objek foto,  Bakpia Wong Jogja menarik minat saya untuk mengetahui lebih lanjut tentangnya.  Apalagi saya ini penyuka bakpia,  kue khas Jogja yang sejarah kehadirannya sarat makna. Wujud keberhasilan proses akulturasi yang patut dihargai.  Makanan yang dulunya berasal dari Tionghoa yang telah mengalami penyesuaian rasa sehingga akhirnya justru diakui sebagai makanan khas Jogja.

Ternyata Bakpia Wong Jogja erat kaitannya dengan artis ternama.  Adalah Baim Wong yang ikut meramaikan khasanah kuliner Jogja dengan membawa produk bakpia.  Berbeda dengan artis-artis lainnya yang kebanyakan membawa produk cake kekinian,  Baim Wong tetap konsisten dengan produk bakpia yang memang menjadi ciri khasnya Jogja.

Berfoto bareng maskot bakpia dan batik Wong Jogja
Setelah adzan Magrib berkumandang,  saya berkesempatan mencicipi Bakpia Wong Jogja untuk berbuka. Bakpia ini ada 2 varian, yakni reguler dan premium.  Yang reguler memiliki bentuk seperti bakpia pada umumnya, berkulit tipis dengan aneka isian.  Ada keju,  kacang hijau,  kumbu hitam, susu, dan coklat. Saya berkesempatan mencicipi yang bakpia keju, susu, dan kumbu hitam.  Dari ketiga rasa yang saya coba,  saya paling suka rasa kumbu dan keju.

Bakpia reguler dan bakpia premium (doc. Pri) 
Bakpia Wong Jogja memiliki kulit yang tipis dengan isian yang legit. Jika dibandingkan dengan bakpia dari produsen lain yang pernah saya coba,  cita rasa Bakpia Wong Jogja satu tingkat di atasnya. Rasa kejunya lebih terasa,  kumbu hitamnya juga lebih legit dengan campuran rasa manis dan gurih yang pas.

Sedangkan yang premium memiliki penampakan yang berbeda, berbentuk seperti bunga mawar dengan kulit berwarna coklat.  Dengan 2 pilihan rasa yang bisa dipilih yakni choco almond dan choco hazelnut. Saya mencoba yang choco almond.  Rasa coklatnya mantab bercampur dengan gurihnya almond. Kulitnya lebih tebal dengan rasa yang ngeprul, mirip seperti kulit pastry. Gambaran bakpia kekinian yang cantik untuk hantaran.

Outlet Bakpia Wong Jogja ini ternyata menjadi satu dengan gerai batik dengan merk yang sama,  Wong Jogja.  Tampaknya Baim Wong benar-benar ingin mengangkat oleh-oleh khas Jogja dalam bisnisnya, yakni batik dan bakpia. 

Outlet Bakpia Wong Jogja (doc pri) 

Outlet batik Wong Jogja (doc pri) 
Menempati area yang cukup luas dan letak yang strategis, outlet Bakpia dan Batik Wong Jogja layak untuk menjadi rujukan para wisatawan yang ingin belanja buah tangan. Harga yang dipatok pun tidak mahal. Satu box bakpia reguler isi 15 diberi harga Rp. 45.000,00. Sedangkan untuk varian premium satu box isi 15 dibandrol dengan harga  Rp. 65.000,00.

Sudut unik yang bagus untuk berfoto (doc. Agustina) 
Bakpia Wong Jogja juga memiliki fasilitas mushola dan kamar mandi yang memadai. Ada pula food court dengan aneka menu yang bisa dinikmati pengunjung yang ingin berlama-lama menikmati suasana. Teman-teman tertarik juga? Silakan datang ke outletnya yang terletak di Jl. H. O. S Cokroaminoto no 149 Yogyakarta. Atau bisa kepoin dulu instagramnya di bakpiawongjogja. Bakpia Wong Jogja, #enakeoraisolali.. 

Salam... 

Rabu, 30 Mei 2018

#PesonaRamadhan2018 : Menikmati Aktivitas "Golek Takjil" di Kampoeng Mataraman

Gerbang masuk Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam,  nuansa ramadhan di Indonesia sangat terasa.  Mulai dari munculnya pasar tiban yang menyediakan aneka jajanan untuk berbuka di waktu petang,  ramainya masjid yang menyelenggarakan aktivitas keagamaan,  hingga aneka tawaran paket buka bersama di tempat-tempat makan yang menyediakan aneka menu unggulan.

Bulan ramadhan memang bulan yang membawa keberkahan.  Banyak roda kegiatan ekonomi yang menggeliat di bulan ini.  Dari yang sejak awal memang sudah menjadi pengusaha,  sampai yang tiba-tiba menjadi pengusaha dadakan, terutama usaha kulineran. 

Tak terkecuali di Jogja tercinta.   Banyak tempat wisata kuliner yang bisa jadi rujukan. Sebut saja pasar Jogokariyan,  pasar Kauman,  ditambah lagi ada 7 pasar destinasi wisata digital baru yang selama ramadhan juga ikut buka di waktu sore. Sehingga menambah alternatif tujuan untuk ngabuburit.

Salah satu destinasi digital,  Pasar Banyunibo
(doc : pasarbanyunibo
Saya sendiri merasakan momen ramadhan ini membuat waktu terasa lebih longgar. Rutinitas pekerjaan tidak sepadat biasanya, terutama aktivitas di seputar dapur. Sehingga kesempatan untuk berjalan-jalan menikmati suasana sore bisa lebih leluasa dilakukan. "Golek Takjil" demikian istilah yang saat ini tengah trend di kalangan masyarakat Jogja. Mengacu pada kegiatan mencari menu berbuka puasa di waktu senja. Saya dan keluarga juga sering melakukannya, jalan-jalan sambil menikmati suasana.

Sayangnya sampai puasa hari ke-12 belum satupun destinasi digital Jogja yang pernah saya datangi.  Dikarenakan waktu dan kondisi yang belum memungkinkan jika pergi ke lokasi yang agak jauhan. Mas sopir yang biasa mengantar masih punya tanggungan beberapa pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun di awal bulan nanti kami telah merencanakan untuk mengunjungi salah satu destinasi  digital di Jogja yang sudah lama menjadi incaran, yakni pasar banyunibo. Sepertinya asyik,  menunggu berbuka sambil menikmati suasana candi..hmm.. Syahduu.. . 

Kampoeng Mataraman,  Menikmati Kulineran dalam Suasana Desa Abad 19-an
Adalah Kampoeng Mataraman sebuah tempat makan yang tidak sengaja saya temukan ketika jalan-jalan menikmati petang menunggu saat adzan berkumandang. Berada di jalan Ringroad Selatan No.93 Glugo Sewon Bantul Jogja,  lokasi Kampoeng Mataraman sebenarnya mudah dicari. Cuma letaknya saja yang agak tersembunyi tidak pas di pinggir jalan,  tapi agak masuk dari jalan utama. Untungnya ada papan petunjuk yang menginformasikan keberadaan Kampoeng Mataraman ini.

Halaman depan Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Kampoeng Mataraman menempati area yang cukup luas yakni sekitar 6 hektar. Berdiri di tanah milik kas desa Panggungharjo,  dan merupakan usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Panggung Lestari.  Sehingga segala pengelolaannya melibatkan masyarakat desa Panggungharjo. Resmi berdiri pada pertengahan tahun 2017 Kampoeng Mataraman diharapkan dapat berkontribusi terhadap pendapatan desa dan mampu meningkatkan kesejahteraan serta taraf perekonomian penduduk setempat. 
Sebagian bangunan beratap limasan di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Kampoeng Mataraman memiliki konsep desa wisata yang mengangkat kuliner khas desa serta edukasi budaya. Dengan latar belakang sejarah kehidupan masyarakat kampung pada jaman kerajaan Mataram di awal abad 19-an. Segala tata ruang dan bangunan yang ada di Kampoeng Mataraman menggunakan konsep penataan kampung di jaman kerajaan Mataram, dimana terdapat kekhasan dalam bentuk bangunan,  lokasi pawon atau dapur,  dan lain-lain.

Salah satu bangunan limasan (doc. Pri) 
Jadi ketika kita memasuki Kampoeng Mataraman,  kita tidak akan merasa sedang masuk ke sebuah tempat makan,  namun kita seperti sedang bertamu ke sebuah desa yang tenang yang seolah membawa kita ke masa lalu. Semua terasa menyatu,  bangunan maupun segala pernik yang ada di situ.  

Yang Istimewa di Kampoeng Mataraman
Begitu kita masuk ke Kampoeng Mataraman,  kita akan disuguhi dengan pemandangan khas pedesaan.  Sebuah gerbang masuk bertulis "Kampoeng Mataraman" seolah memberi ucapan selamat datang. Wajah ramah para pegawai dengan balutan busana jawa akan segera kita temui. Demikian pula tempat makan berbentuk bangunan limasan yang cocok untuk acara gathering bareng keluarga,  kolega,  maupun teman, dengan model duduk lesehan. Bila ingin memesan makanan,  kita bisa langsung ke warung atau ratengan yang menyatu dengan dapur atau pawon,  dimana kita bisa mengambil hidangan ala prasmanan.  Menu yang disajikan adalah sayur dan lauk khas pedesaan, seperti lodeh,  oseng genjer,  mangut lele,  dan lain-lain dengan aneka minuman tradisional seperti wedang sere,  beras kencur,  yang bisa jadi pilihan.

Warung makan (ratengan)  di Kampoeng Mataraman

Pawon yang menyediakan aneka gorengan (doc. Pri) 
Pawon atau dapur yang ada letaknya tidak di bagian belakang,  tapi berdampingan dengan bangunan limasan.  Hal ini mengandung filosofi pawon sebagai tempat meracik makanan mempunyai fungsi yang vital yang merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam hidup,  yakni sandang, pangan,  dan papan. 

Hidangan yang bisa diambil secara prasmanan (doc. Pri) 
Mengunjungi Kampoeng Mataraman, memang tidak sekedar bisa menikmati makan-makan. Namun lebih jauh kita juga bisa belajar tentang tata cara kehidupan masa lampau yang menggantungkan mata pencaharian dengan bercocok tanam.  Di bagian belakang, terdapat areal persawahan untuk para pengunjung melihat aktivitas pertanian,  seperti membajak sawah, menanam padi, atau menanen sayuran.

Musholla (doc. Pri) 
Ada pula halaman belakang tempat aneka mainan tradisional bisa kita coba mainkan.  Ada egrang,  theklek,  gasing, sepeda kumbang  dan masih banyak lagi. Beberapa bisa dimainkan secara free,  ada pula yang berbayar dengan biaya yang cukup terjangkau. Kampoeng Mataraman ini cocok dan juga ramah untuk anak-anak.  Halamannya yang luas memungkinkan anak untuk bereksplorasi dan berekspresi. 

Anak-anak sedang bermain dengan sepeda kumbang (doc. Pri)
Warung jujur,  menjual aneka dolanan anak (doc.pri)

Aneka dolanan anak yang dijual (doc. Pri) 
Bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan mengenakan baju tradisional lengkap dengan segala atributnya, dapat menyewa properti di Kampoeng Mataraman ini.  Telah disediakan pula beragam spot foto yang keren dan instagramable.

Salah satu spot favorit di Kampoeng Mataraman
Menunggu waktu berbuka di Kampoeng Mataraman bisa menjadi pilihan. Karena waktu menunggu tidak memunculkan rasa  bosan. Banyak hal bisa dilakukan.  Duduk bersantai sambil menikmati pemandangan,  atau mencoba aneka dolanan tradisional.

Spot unik di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 

Ngabuburit di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Sesuai dengan julukan Jogja sebagai kota wisata dan budaya,  hadirnya Kampoeng Mataram bisa menjadi salah satu referensi tempat wisata kuliner yang asyik untuk dikunjungi. Apalagi fasilitas di sini juga cukup memadai.  Terdapat kamar mandi dan juga mushola yang bisa digunakan para pengunjung. Lahan parkir yang disediakan pun luas, sehingga pengunjung dapat memarkir kendaraannya dengan leluasa. Menikmati makanan sambil belajar kebudayaan? Yuk ke Kampoeng Mataraman...

***

Merasakan Nikmatnya Berbuka dengan Menu Khas Nusantara di Horaios Malioboro Jogja

Teman-teman hari ini puasa?  Kalau saya Insya Allah iya.  Dan seperti lazimnya orang berpuasa,  saat berbuka adalah saat yang paling dinanti-nanti. Ada berbagai cara untuk menunggu waktu berbuka,  ada yang memilih tinggal di rumah sambil nonton siaran televisi,  pergi ke masjid untuk mengaji,  ada pula yang membuat janji dengan kawan-kawan untuk berbuka bersama sambil mempererat silaturahmi. 

Seperti yang saya lakukan hari Senin,  28 Mei 2018 lalu.  Saya bersama teman-teman yang tergabung dalam komunitas blogger Jogja memiliki agenda buka bersama.  Kebetulan kami memperoleh undangan dari manajemen Horaios Malioboro yogyakarta untuk mencicipi paket menu berbuka yang tersaji di restonya.

Doc.  Agatha Vera
Horaios Malioboro Yogyakarta adalah sebuah hotel berbintang tiga yang beralamat di Jl. Gowongan Kidul 57 yogyakarta.  Jaraknya tidak jauh dari pusat kota,  sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi ataupun dengan transportasi umum,  seperti gojek misalnya. 

Dalam undangan disebutkan,  acara akan dimulai pukul 16.30 WIB. Jadi sekitar pukul 16.00 WIB saya berangkat dari rumah.  Lalu lintas saat itu ramai lancar. Dan kurang lebih 10 menit sebelum acara dimulai,  saya telah sampai di lokasi. Sudah ada beberapa teman yang lebih dahulu datang.  Mereka sedang asyik berfoto di sekitar lobi hotel yang nyaman dan asri. 

Taman di sekitar lobi (doc pri) 

Wefie bareng teman blogger (doc.  Ima satrianto) 

Menu Berbuka di Horaios Malioboro Jogja
Pukul 16.30 WIB,  teman-teman dari Komunitas Blogger Jogja sudah datang semua. Kami disambut oleh Mbak Rien selaku Public Relation, untuk kemudian diajak ke Malabar Resto yang ada di Horaios Malioboro Jogja untuk melihat hidangan yang disajikan di sana.

Dalam penjelasannya Mbak Rien menyampaikan  bahwa menu berbuka yang disajikan di Malabar Resto ini diilhami oleh kekayaan dan keanekaragaman kuliner yang ada di Indonesia. Tema yang diambil adalah Festival Kampung Nusantara.  Sehingga dalam setiap harinya,  menu untuk berbuka yang disediakan terdiri dari aneka hidangan yang berasal dari 4 pulau yang ada di Indonesia,  meliputi Kalimantan,  Jawa,  Sumatra,  dan Sulawesi. Mulai dari menu pembuka sampai penutup, semua lengkap tersedia.  Sedangkan untuk menu takjilnya, disediakan kurma,  aneka bubur manis,  puding jelly,  es buah, dan kolak.

Menu dari Pulau Kalimantan (doc. Pri)

Menu dari Pulau Sulawesi (doc. Pri) 

Dengan konsep all u can eat,  paket buka bersama di Malabar Resto per pax dibandrol dengan harga Rp.57.000,00 saja. Plus ada bonus setiap pembelian 10 gratis 1. Hmm..murah banget kan? Oh ya,  paket menu berbuka ini mulai tersedia dari pukul 16.30-20.00 WIB. Yang berarti cukup longgar waktu kita untuk menikmati buka dengan santai.  Jadi begitu adzan magrib berkumandang, kita bisa terlebih dahulu membatalkan puasa dengan menikmati menu takjil secukupnya. Kemudian kita bisa sholat magrib di mushola yang berada tidak jauh dari Malabar Resto.  Baru setelah itu, mulai kita serbu menu-menu yang tersedia.
Menu dari Pulau Sumatera (doc pri) 

Menu dari Pulau Jawa (doc. Pri) 

Menu unggulan di Malabar Resto
Semua menu berbuka di sini sangat menarik untuk dicicipi. Karena jarang di satu tempat kita bisa langsung mendapati sajian dari berbagai pulau seperti yang tersaji di Malabar Resto ini.  Setelah melihat berkeliling,  akhirnya saya memutuskan untuk mengambil hidangan yang menurut saya paling membuat penasaran untuk dicoba.  Hidangan-hidangan itu saya ambil dari berbagai pulau yang ada.

Pojok takjil
Setelah berbuka dengan teh panas,  kurma,  dan martabak kari, mulailah saya hunting hidangan lainnya.  Untuk menu pembuka,  saya mencoba tekwan dari Sumatera.

Tekwan dari Sumatera (doc. Pri) 
Menu ini termasuk yang direkomendasikan.  Perpaduan bakso ikan, serta kuah udangnya terasa gurih dan segar.  Baksonya lembut,  ditambah irisan bengkoang dan jamur kuping yang kres memberikan kekayaan tekstur ketika dikunyah.  Sambalnya pun nampol pedasnya.  Menu yang sangat membangkitkan selera. Pantas kalau menjadi favorit pengunjung. 

Selanjutnya untuk makan besar saya mengambil campuran hidangan dari Kalimantan dan Sulawesi.  Manok tunu (yang ternyata ayam bakar), gangan keladi, dari Kalimantan ditambah tumis bunga pepaya,  dan rica tongkol dari Sulawesi yang menjadi pilihan saya. So far semua hidangan lezat semua.  Namun saya paling berkesan dengan gangan keladinya.  Dimasak santan ternyata enak sekali. Teksturnya lembut dengan cita rasa yang gurih. Kalau tidak ingat perut,  pengen saya nambah lagi.

Penampakan lebih dekat manok tunu dan gangan keladi (doc. Pri) 

Penampakan piring makan saya,  penuh ya.. 😂

Mencicipi hidangan berbuka di Malabar Resto memberi kesan tersendiri.  Betapa ternyata di Indonesia kulinernya sangat menarik dan beragam sekali. Sehingga tidak cukup kalau cuma datang sekali,  karena masih banyak menu lainnya yang belum sempat untuk dicicipi. Saya masih ingin mencoba gohu, ayam woku, soto banjar,  dan menu-menu lainnya. Hmmm... Pasti yummy sekali..

Daftar menu lengkap yang tersaji (doc. Pri) 
Jadi kalau teman-teman tertarik untuk mencoba,  jangan lupa ajak saya ya..😍😍
Untuk reservasi dan informasi selengkapnya silakan hubungi Horaios Malioboro Yogyakarta di nomor 087812718887. Semoga sharing ini bermanfaat.

Salam.. 

Kamis, 10 Mei 2018

Berkreasi dan Bermain Warna di Lancar Paint Expo 2018

Apa warnamu hari ini ?
Apapun itu, yang pasti warna itu dapat mengubah suasana. Yang tadinya mendung bisa menjadi ceria, bisa juga sebaliknya. 
Warna-warna hadir untuk memberi makna, bahwa di dunia itu tidak ada yang sama, selalu ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Namun justru itu yang membuat semarak dunia, asal kita bijak menyikapinya.

***

Hari Rabu 9 Mei 2018 lalu saya bersama teman-teman blogger Jogja berkesempatan untuk mengikuti acara workshop Jar Colouring yang merupakan salah satu acara dalam gelaran Lancar Paint Expo 2018 yang diselenggarakan di Atrium plaza Ambarukmo Jogjakarta mulai tanggal 9 -13 Mei 2018. 

Pameran yang menghadirkan 14 merk cat ini merupakan bagian dari upaya Toko Cat Lancar untuk lebih dekat dengan masyarakat dan para konsumennya.

Salah satu stand di Lancar Paint Expo 2018 (doc.pri)
Dalam acara Lancar Paint Expo 2018 kali ini, selain ada penawaran istimewa berupa diskon hingga 50%, digelar juga aneka kegiatan menarik untuk diikuti. Salah satunya workshop jar colouring yang dipandu oleh Mak Lusi, seorang blogger sekaligus salah satu pegiat DIY dan craft yang cukup berpengalaman.

Para blogger berfoto bersama (doc. Arry)
Acara yang dipandu oleh Mbak Manda selaku MC ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Diawali dengan pembukaan, dan dilanjutkan dengan talkshow oleh Mas Faiz selaku bisnis development Toko Cat Lancar yang memberikan penjelasan tentang serba-serbi Toko Cat Lancar, serta ditutup dengan workshop mewarnai jar dan toples.

Penasaran dengan keseruan acara yang saya ikuti? Simak cerita saya ini...

Mengenal Toko Cat Lancar
Toko Cat Lancar merupakan usaha keluarga yang sudah hadir melayani masyarakat selama lebih dari 30 tahun, yakni sejak tahun 1978. Berawal dari sebuah toko besi, yang kemudian fokus pada penjualan produk cat, Toko Cat Lancar berkembang pesat hingga saat ini telah memiliki 18 cabang yang tersebar di DIY dan Jawa Tengah.

Mas Faiz menyampaikan paparannya tentang Toko Cat Lancar (doc.pri)
Didorong keinginan untuk meningkatkan performa dalam memberi layanan yang terbaik kepada masyarakat sekaligus berbagi manfaat di bidang sosial dan pendidikan inilah kemudian Lancar Paint Center (LPC) resmi diluncurkan pada tanggal 18 Januari 2018. Layanan ini sekaligus menjadi pembeda antara Toko Cat Lancar dengan toko-toko cat lainnya, dan satu-satunya layanan yang saat ini ada.

Adapun layanan yang tercakup dalam LPC ini ada 8 jenis, yakni :
1. Lancar Painting Service
Merupakan layanan jasa pengecatan profesional dan bergaransi yang memberikan layanan skala besar maupun kecil, interior maupun eksterior. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi pemilihan warna (agar setiap ruang memiliki warna cat sesuai peruntukkannya), pengerjaan, hingga supervisi untuk memastikan rangkaian proses pengecatan sesuai dengan keinginan konsumen. Layanan ini sangat membantu untuk teman-teman yang menyukai hal yang praktis dan tidak ribet. Pihak-pihak yang pernah memanfaatkan layanan ini diantaranya Jogja City Mall, BRI, dan hotel Tentrem.

2. Lancar Care
Adalah layanan konsultasi untuk membantu mengatasi semua permasalahan cat dan pengecatan seperti cat mengelupas, berjamur, pudar, dan lain-lain. Untuk membantu mengatasi masalah yang ada, tim Lancar Care akan datang ke lokasi kita dan melakukan pengecekan terhadap ph, kelembaban, dll, agar ditemukan solusi yang pas dan sesuai dengan permasalahan kita. Dan hebatnya lagi, seluruh layanan ini free alias gratis lho..

3. Lancar Home Service 
Layanan ini diperuntukkan bagi teman-teman yang sibuk, sehingga tidak sempat ke toko, namun membutuhkan cat dengan segera. Dengan layanan home service segala masalah kita akan teratasi. Cukup hubungi call center LPC, maka LPC akan mengirimkan tim terbaik untuk melayani kebutuhan kita, termasuk konsultasi pemilihan warna dan produk sesuai kebutuhan. Dengan layanan ini, maka transaksi dapat dilakukan kapanpun kita mau dan dimanapun kita berada. 

4. Lancar Delivery
Dengan layanan ini, segala produk yang kita beli siap diantar ke lokasi. Dimana untuk memperlancar proses pengiriman, unit armada delivery Toko Cat Lancar telah dilengkapi dengan kendaraan roda 2, roda 3, mobil box maupun armada truk. Sehingga siap melayani pengiriman dalam jumlah kecil maupun besar. 

5. Lancar Easy
Adalah layanan berupa aplikasi mobile berbasis android, yang dapat diakses secara online sehingga kita dapat melakukan transaksi tanpa meninggalkan aktifitas kita.

6. Lancar Academy
Merupakan layanan pendidikan dan pelatihan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga ahli cat dan pengecatan yang profesional. Yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Program ini juga melayani in house training. Salah satu instansi yang pernah memanfaatkan layanan Lancar Academy adalah bagian pemeliharaan gedung dari Taman Pintar Yogyakarta.

7. Lancar Go
Merupakan unit mobile Lancar Paint Center, berupa armada paint truck yang akan berkeliling ke lokasi-lokasi atau kampung-kampung yang terpilih. Layanan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang produk dari Toko Cat Lancar dan mengajak publik bersinergi dalam social movement yang berlandaskan semangat untuk bersama membangun kota,  misalnya melalui program pengecatan fasilitas kampung.

8. Lancar Community
Melalui layanan ini, Toko Cat Lancar berinisiasi untuk menjadi wadah berbagi wawasan dan ilmu lintas bidang, dengan semangat guyup rukun migunani tumpraping liyan. Bisa diikuti oleh siapa saja, dengan batasan usia minimal 17 tahun.

Tidak hanya layanan LPC, Toko Cat Lancar juga memiliki program aplikasi yang didedikasikan untuk pelanggan Toko Cat Lancar, yang berfungsi sebagai kartu member virtual. Yakni melalui aplikasi Sahabat Lancar yang dapat diunduh di play store.  Dengan mengunduh aplikasi ini, kita akan langsung mendapat fasilitas :
  • Gratis bonus 10.000 lancar poin yang langsung bisa ditukar dengan potongan harga pada transaksi pertama. 
  • Penawaran harga khusus
  • Poin reward di setiap transaksi dengan fasilitas : Silver untuk pembelanjaan  0-10 juta, Gold untuk pembelanjaan 10-100 juta, dan Platinum untuk pembelanjaan diatas 100 juta
  • Info update Toko Cat Lancar

Dengan layanan-layanan yang tercakup dalam Lancar Paint Service maupun program Sahabat Lancar ini, diharapkan Toko Cat Lancar dapat memberikan solusi dan menjadi pilihan untuk semua yang berhubungan dengan masalah cat dan pengecatan. Sesuai dengan tagline dari Toko Cat Lancar : "Urusan cat, pasti Lancar..."

Narsis dulu (doc.pri)
Nah, bagi teman-teman yang tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang Toko Cat Lancar berikut layanannya dapat menghubungi hotline service di nomor 082223800800. Atau pantengin ignya di tokocatlancar_id. Mumpung masih pameran juga lho...jadi masih banyak promo dan kegiatan serunya.

Beberapa agenda acara di Lancar Paint Expo

Workshop Jar Colouring
Setelah pemaparan dari Mas Faiz, acara selanjutnya adalah workshop mewarnai toples dan jar. Dalam kegiatan ini masing-masing kami diajak untuk berkreasi menghias toples dan jar sesuai kreatifitas kami.

Mak Lusi tengah menyampaikan materi (doc.pri)
Di atas meja, sudah disediakan berbagai bahan yang kami perlukan, mulai dari pernak-pernik berupa pita, bunga-bunga kecil, kain goni, kertas warna-warni, gunting, lem, maupun tali.

Aneka pernik yang disediakan (doc.pri)
Disediakan pula kuas dan cat premium interior oleh pihak Toko Cat Lancar, yang memiliki keistimewaan mudah menempel meskipun di permukaan yang licin, dan tidak berbau. Selain itu cat ini mudah kering, dengan hasil warna doff.  Ada 3 warna yang disediakan, yakni biru, tosca, dan orange.

Jar dan kuas saya (doc.pri)
Masing-masing peserta memperoleh toples, botol, maupun tempat minum (jar) untuk dihias. Saya sendiri memperoleh jar. Dan karena ini adalah kali pertama saya bermain warna, saya sempat bingung mau membuat apa. Akhirnya asal coret-coret saja, dan hasilnya sangat jauh dari sempurna. Meskipun demikian, saya merasakan keasyikan ketika mengerjakannya. Bisa untuk menghilangkan stress juga ternyata, bermain padu warna dan segala pernak-perniknya.

Saya mulai bermain warna (doc.pri)

Hasilnya seperti buatan anak TK hehe..(doc.pri)

Kuas-kuas yang selesai menjalankan tugasnya (doc.pri)
Saya lihat teman-teman yang lain juga menikmatinya. Bahkan ada yang terlihat bersemangat sekali, menggoreskan kuas dan menghiasnya dengan pernik-pernik yang ada. Hasilnya pun unik-unik semua. Bagi saya ini adalah pengalaman yang berharga, bisa untuk alternatif kegiatan bila bosan melanda. Cukup ambil botol-botol atau toples-toples bekas yang dipunya, terus dicorat-coret dengan warna suka-suka. Bisa untuk tempat pensil, wadah bumbu, atau hiasan meja.
Mbak Sasa tengah serius menghias toplesnya (doc.pri)
Wah, ternyata waktu 1,5 jam berlangsung demikian cepat. Tiba waktunya kami untuk menyudahi kegiatan ini. Sudah siap "dewan juri" yang akan memilih yang terbaik diantara karya-karya kami. Dan sudah bisa ditebak, buatan saya tentu tidak masuk nominasi. Walaupun begitu, saya tetap menikmati keriangan ini.

Karya-karya dari peserta (doc.pri)
Besok kapan-kapan, saya berencana untuk main-main cat lagi. Toh Toko Cat Lancar mudah dijumpai di kota Jogja ini. Salah satu yang terdekat adalah di Jalan Mangkubumi. Bagaimana? Teman-teman berminat juga untuk main-main cat ? Jangan lupa, ke Toko Cat Lancar ya...

Salam...