Sabtu, 04 Agustus 2018

Digibank, Ketika Semua Kemudahan Transaksi Finansial Ada dalam Genggaman

Suatu pagi ketika dalam perjalanan menuju suatu tempat untuk menghadiri sebuah acara. Tiba-tiba saya ingat kalau ponsel saya tertinggal di atas meja. Saya lupa memasukkannya kembali ke dalam tas karena pada saat itu ponsel baru saya charge. 

Kepanikan pun melanda. Mau tidak mau saya harus pulang mengambilnya. Padahal jarak antara lokasi saya berada dengan rumah lumayan jauh. Untungnya tadi saya berangkat agak awal. Jadi kalau saya pulang ke rumah untuk mengambil ponsel, dan kembali berangkat ke tempat tujuan masih cukup waktu, meskipun mepet dan ada kemungkinan terlambat sebentar. Tetapi saya tidak punya pilihan. Karena benda itu sangat penting dan harus ada dalam genggaman saya. Tidak membawanya berarti saya tidak bisa bekerja. Semua data, catatan penting, ada di sana.

Tidak cuma itu ponsel juga saya perlukan untuk menunjang aktifitas saya sebagai seorang blogger. Mulai dari membuat blog post, instagram post, insta story, maupun ngetwit semua saya lakukan lewat ponsel. Belum lagi untuk pesan ojek online, pesanan makanan, bayar tagihan listrik, beli pulsa, dan lain-lainnya. 

Dengan ponsel, seolah dunia dalam genggaman. Mau apa-apa mudah. Kalau dahulu orang panik karena ketinggalan dompet, sekarang orang panik kalau tidak bawa ponsel. Dan itu nyata adanya. Tanpa ponsel semua bisa berantakan, betul apa betul ???
Sumber : dbs. Com
Keberadaan ponsel pintar dan aneka aplikasi yang saat ini ditawarkan memang memanjakan dan memudahkan aktifitas kita. Jika kita lapar dan ingin makan hidangan pembangkit selera tanpa harus ke mana-mana cukup gunakan layanan aplikasi pesan antar saja. Ingin belanja online dan bayar tagihan tanpa harus ke atm atau ke bank, juga bisa.  Yang penting kita musti jeli memilih aplikasi yang kita gunakan. Kita pilih yang benar-benar kita perlukan dan banyak manfaatnya.

Ngomong-ngomong tentang aplikasi perbankan, saya jadi ingat. Ada satu aplikasi baru yang belum lama saya unduh, yakni aplikasi digibank dari DBS.

Digibank dari DBS (doc. Pri) 
Informasi tentang aplikasi ini saya dapatkan ketika menghadiri sebuah acara yang digelar oleh AccessTrade Indonesia yang diberi nama AT Caravan.

Ingin tahu informasinya? Simak cerita saya...

Tentang Accesstrade Indonesia dan AT Caravan 2018
Accesstrade Indonesia adalah sebuah platform afiliasi asal jepang yang hadir di Indonesia sejak tahun 2013. Berfungsi sebagai penghubung antara pemasang iklan dan pemilik blog atau website yang ingin memasang iklan di web / blognya. Accesstrade akan memberikan komisi kepada pemilik website dari setiap transaksi yang ada. Penjelasan ini disampaikan oleh Project Officer dari Accesstrade Miss Mizuho Yamamoto.

Miss mizuho (doc. Arifah Wulansari)
Nah di tahun 2018 ini Accesstrade mengadakan sebuah kegiatan yang diberi nama AT Caravan yang merupakan ajang workshop bagi para blogger untuk meningkatkan pengetahuan tentang dunia digital khususnya internet marketing agar dapat memperoleh penghasilan yang maksimal.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di beberapa kota yakni Jakarta, Jogja, Medan, Bandung, Cirebon, Surabaya, dan Makasar. Event di Jogja sendiri sudah terlaksana pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018 lalu, bertempat di hotel Horaios dengan mengambil materi tentang SEO Revolution bersama pakar per-SEO an Mas Didik Arwinsyah.

Mas Didik (doc.pri)
AT Caravan 2018 merupakan rangkaian dari event Accesstrade Award 2019 dimana penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari AT Indonesia terhadap kinerja blogger.  

Dalam kegiatan ini, selain memperoleh materi tentang SEO, para peserta juga memperoleh informasi yang cukup penting tentang aplikasi perbankan kekinian yang sangat mengerti generasi milenial yang sangat suka dengan kemudahan dan ingin apa-apa bisa diselesaikan cukup dengan menggerakan tangan, yakni aplikasi digibank dari bank DBS.

Tentang Aplikasi Digibank (Digital bank) dari Bank DBS
Penjelasan tentang digibank disampaikan dengan cukup menarik dan interaktif oleh Mas Rizka Abrar.

Mas Rizka (doc. Accestrade Indonesia)
Dibuka dengan pemutaran video yang dibintangi oleh Chiko Jerikho, brand ambassador dari digibank yang menekankan slogan "Live More Bank Less". Digibank menawarkan berbagai kelebihan dalam bertransaksi keuangan lewat ponsel kita.


Digibank adalah bank masa depan, yang tidak perlu antri atau banyak dokumen yang perlu diisi untuk menjadi nasabahnya. Tidak ada saldo minimalnya juga. Cukup download aplikasinya melalui play store,  isi data diri, dan buat janji dengan agen yang siap mendatangi kita sesuai waktu dan tempat yang disepakati, untuk melakukan verifikasi biometrik (sidik jari) dengan membawa identitas diri berupa e-ktp.

Semua ponsel dengan sistem operasi Android atau iOS bisa digunakan untuk mengakses digibank. Dengan catatan sistem operasi ponsel tidak di-root, tidak dimodifikasi, dan sesuai dengan ketentuan Apple serta Google.

Apabila ada hal-hal yang tidak jelas mengenai layanan digibank, dapat ditanyakan kepada virtual assistant yang dilengkapi dengan kemampuan untuk menjawab pertanyaan seputar digibank yang siap menjawab selama 7 x 24 jam. Bila ada pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh virtual assistent, baru kita akan diarahkan kepada agen.

Transaksi yang Bisa Dilakukan Melalui Digibank
Dengan digibank by DBS kita bisa melakukan aktivitas perbankan sehari-hari, seperti pembayaran belanja e-commerce, transfer dana ke rekening tabungan atau rekening ponsel, beli pulsa PLN dan nomor ponsel prabayar, isi ulang uang elektronik, serta bayar tagihan nomor ponsel, televisi berlangganan, dan internet. Selain itu digibank bisa diakses dari mana saja, asal ada koneksi internet, dan kabar gembiranya, semua transaksi transfer dan tarik tunai di digibank tidak dibebani biaya administrasi alias free 😍😍

Yang kita dapatkan setelah menjadi nasabah digibank (sumber : dbs. Com)  

Kemudahan yang kita dapatkan (sumber : dbs. Com) 
Untuk masalah keamanan, kita juga tidak perlu khawatir karena digibank merupakan persembahan DBS. Bank yang memperoleh predikat “Asia’s Best Bank” oleh The Banker, anggota dari grup Financial Times, dan “Best Bank in Asia-Pacific” oleh Global Finance, yang diakui sebagai “Safest Bank in Asia” oleh Global Finance selama tujuh tahun berturut-turut dari tahun 2009 hingga tahun 2015. 

Bila kita lupa password pun untuk mengurusnya kita tidak perlu datang ke kantor bank. Cukup klik menu "lupa password" yang ada di menu digibank. 

Keren kan? Itulah sebabnya saya kemudian mendownload aplikasi digibank dan mendaftar sebagai nasabah.  Kenapa? Karena hanya digibank yang mengerti yang kita mau, BFF bangetlah...Jadi gimana? Tertarik juga untuk menjadi nasabahnya? Buruan download BFFkamu sekarang juga. Agar kemudahan layanan finansial ada di dalam genggaman...

Terlebih sekarang baru ada promo-promo menarik yang bisa kita nikmati sebagai nasabah digibank. Diantaranya :
1. Cashback Rp. 50.000,- untuk nasabah baru yang membuka rekening digibank by DBS.

Sumber : dbs.com
Cashback diberikan apabila nasabah telah melakukan akumulasi transaksi minimal Rp 100.000,- (Seratus ribu rupiah) dengan menggunakan kartu debit digibank by DBS paling lambat 1 (satu) bulan sejak pembukaan rekening.

2. Top up mantab, esktra 25% saldo Tcash. Maksimal ekstra saldo yang diberikan adalah Rp. 50.000,-.

Sumber : dbs. Com
Program Top Up TCASH adalah program yang memberikan Ekstra Saldo TCASH sebesar 25% untuk setiap transaksi Top Up TCASH yang dilakukan melalui menu transaksi “isi ulang” uang elektronik pada aplikasi digibank by DBS.

3. Cashback 25% isi saldo Go Pay
Dalam program ini,  nasabah akan mendapatkan cashback sebesar 25% dari total transaksi isi ulang saldo GO-PAY sesuai dengan tanggal transaksi yang tercatat pada sistem PT Bank DBS Indonesia.

Sumber : dbs. Com
Maksimum Cashback yang diberikan setiap minggunya adalah Rp25.000,- (Dua puluh lima ribu rupiah) per Nasabah.

4. Gratis Rp. 50.000,- M-tix setiap top up Rp.  200.000,-.

Sumber : dbs. Com
Program Top Up MTIX adalah program yang memberikan ekstra Saldo MTIX sebesar Rp50.000,- untuk setiap transaksi Top Up MTIX minimal Rp. 200.000,- yang dilakukan melalui menu transaksi isi ulang kartu cinema pada aplikasi digibank by DBS.

Wah,  menarik sekali ya penawaran yang diberikan?  Jika ingin tahu lebih banyak, tentang promo-promonya,  silakan simak penjelasan rincinya di sini... Semoga bermanfaat ya...


Senin, 30 Juli 2018

Petualangan Seru, Jelajah Kampung Wisata Warungboto

Pada tanggal 28 Juli 2018 lalu, saya mengikuti kegiatan Jelajah Kampung Wisata Warungboto yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Jogjakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki oleh kampung Warungboto.

Id Card peserta
Jogja memang sangat kaya dengan objek wisata, baik yang berupa bentang alam maupun peninggalan sejarah dan budayanya. Yang tidak bisa dipungkiri, hal-hal tersebut merupakan kelebihan dari kota Jogja. Sehingga banyak kampung di wilayah Jogja yang mulai berbenah dan menggali potensi wisata yang dimilikinya. Tidak terkecuali kampung Warungboto yang merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Umbul Harjo, yang sejak tanggal 21 April lalu memperoleh akreditasi sebagai kampung wisata.

Kegiatan Jelajah Kampung Wisata Warungboto ini dikemas dalam kegiatan jalan sehat, yang dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 wib dan diikuti para pelaku wisata, media, serta masyarakat umum.

Gembira Loka Zoo, Titik Awal dan Titik Akhir Kegiatan
Titik awal kunjungan sekaligus sebagai titik kumpul adalah di Kebun Binatang Gembira loka. Di sini para peserta memperoleh penjelasan tentang sejarah pembangunan Gembira Loka. Ide awal pendirian Gembira Loka berasal dari Sri Sultan Hamengkubuwono  VIII yang menginginkan sebuah taman hiburan yang dinamakan Kebon Rojo.

Suasana daftar ulang peserta

Peserta menyimak paparan
Dalam pemaparan sejarah tersebut, para peserta juga ditunjukan lokasi situs batu Gajah Wong yang dulunya menjadi tempat abdi dalem memandikan gajah peliharaan Sultan Hamengkubuwono I. 

Situs petilasan Gajah wong (doc.pri)
Para peserta juga diajak mengunjungi wahana baru di Gembira Loka yang diberi nama petting zoo. Di wahana ini pengunjung dapat berinteraksi dan memberi makan hewan-hewan yang ada dengan membeli paket makanan dari petugas penjaga berupa kangkung dan wortel. Hewan yang ada meliputi kuda poni, keledai, rusa, maupun kambing.

Memberi makan satwa di wahana petting zoo
Plant Seller dan Kaos Mbelinger
Selesai dari wahana ini, kami melanjutkan perjalanan dan keluar dari area gembira loka menyusuri sepanjang jalan Kebun raya, yang di kanan dan kirinya banyak terdapat penjual tanaman (plant seller). Di tempat ini, kita bisa membeli aneka tanaman hias, sekaligus bisa berkonsultasi tentang cara tanam dan perawatannya.

Plant seller
Tidak jauh dari lokasi Gembiraloka, terdapat juga toko yang menyediakan cindera mata khas Jogja berupa kaos yang di belakangnya terdapat gambar keris dan tulisan petuah bijak dalam bahasa Jawa. Toko souvenir ini bernama Mbelinger Jogja yang disingkat Mbejo. Selain kaos, di sini dijual juga aneka batik, blangkon, dan merchandise lain khas Jogja seperti gantungan kunci maupun hiasan-hiasan lainnya.

Suasana di Mbejo
Di tempat ini juga terdapat coffee shop kecil, tempat kita beristirahat setelah lelah berbelanja. Payanan di toko ini cukup ramah dan komunikatif dengan harga yabg cukup terjangkau.

Pusat Kerajinan Kulit
Di Warungboto terdapat juga sentra industri kerajinan kulit, tepatnya di Jl. Rejowinangun. Salah satu yang dikunjungi adalah milik Bapak Nur Muh Asmuni.
Di sini kita dapat melihat aneka tas, dompet, sepatu, ikat pinggang maupun jaket yang dijual dengan kualitas bagus dan terjangkau. Kita dapat juga melihat proses pembuatannya di workshop yang ada di samping rumah.

Workshop Kerajinan kulit milik pak Nur  

Aneka sepatu di store milik pak Nur
Situs Nogobondo dan Sentra Industri Tempe
Selepas dari store kerajinan kulit milik Bapak Nur Muh. Asmuni perjalanan dilanjutkan menuju ke sebuah situs bernama Nogobondo. Situs ini merupakan bekas pintu masuk ke tuk umbul (situs warung boto) yang berbentuk sebuah naga dan dipisahkan oleh sungai Gajah Wong. Yang tersisa dari situs ini adalah kepala naga yang konon dulunya merupakan pipa tempat masuknya air dari sungai gajah wong ke sebuah kolam di pesanggrahan raja.

Situs Nogobondo
Masih berada di sekitar situs Nogobondo, kita akan menjumpai sebuah usaha skala rumah tangga, yakni industri pembuatan tempe kedelai. Di sini kita bisa melihat proses pembuatan tempe mulai dari perebusan kedelai, perendaman dan penghilangan kulit, pemberian ragi, sampai proses pembungkusan. Sewaktu berkunjung ke sini, kami juga disuguhi aneka olahan tempe berupa mendoan dan tempe goreng untuk kami nikmati.

Industri tempe

Tempe jadi

Olahan tempe
Menuju Situs Warung Boto
Selepas dari situs Nogobondo dan tempat pembuatan tempe, perjalanan dilanjutkan menyusuri Jl. Ki Penjawi ke Jalan Umbul Tirto. Di pintu masuk Jalan Umbul Tirto kami disambut oleh bergodo Wirokerto Broto menuju ke situs Warungboto. Namun sebelumnya, terlebih dahulu kami transit di Omah Wisata yang dikelola masyarakat setempat untuk menikmati hidangan makan siang khas kampung Warungboto berupa nasi dan urap sayur dengan lauk aneka baceman, serta minuman stup jambu dan stup nanas.

Sambutan selamat datang dari bergodo wirokerto broto
Bergodo wirokerto broto
Sambil menikmati hidangan,   kami disuguhi dengan hiburan berupa cokekan dan gamelan. Di sini dipamerkan juga aneka produk yang dihasilkan masyarakat setempat berupa cemilan keripik singkong dan bakso goreng, serta produk kerajinan berupa anyaman rotan.

Para peserta jelajah wisata

Hiburan gamelan
Setelah beristirahat sejenak, perjalanan kami lanjutkan menuju ke situs Warungboto, yang merupakan bangunan bekas pesanggrahan yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono II.

Menuju situs warungboto
Cantiknya situs warung boto

Bangunan utama situs warung boto
Di sini kami dihibur dengan sajian sendratari merti tuk umbul yang biasanya digelar jelang ramadhan. Yang menceritakan tentang pensucian diri melawan nafsu angkara muka sebelum kita memasuki bulan puasa.

Sendra tari Merti Tuk Umbul

Naga, simbol nafsu angkara murka
Sendratari Merti Tuk Umbul ini sekaligus menjadi penutup jelajah kampung wisata Warungboto, dan peserta kembali lagi melanjutkan perjalanan ke Gembiraloka untuk kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Bagi saya, kegiatan ini cukup menarik dan membuat kita mengenal dan lebih paham tentang tempat-tempat yang dikunjungi. Para peserta pun terlihat cukup antusias.

Hanya satu hal yang perlu digarisbawahi adalah pengaturan waktunya. Menjadikan situs Warungboto sebagai tempat yang paling akhir dikunjungi padahal merupakan situs yang sangat menarik terlebih terdapat gelaran sendratari Merti Tuk Umbul mungkin perlu dievaluasi. 

Suasana siang yang cukup terik dan berdebu membuat pengunjung kurang bisa menikmati pertunjukan dan kurang bisa mengeksplor situs. Semoga ke depan lebih bagus lagi, dan semakin maju wisata di Jogjakarta.

Salam...

Sabtu, 14 Juli 2018

Dari Jogja Kami Dukung Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta

Tahun 2018 adalah tahun yang sibuk bagi kita bangsa Indonesia. Setelah sukses dengan penyelenggaraan Pilkada serentak,  ada lagi sebuah perhelatan besar yang hendak digelar.  Yakni pesta olah raga negara-negara Asia, Asian Games.


Asian games adalah pesta olah raga terbesar kedua setelah olimpiade yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. Pertama kali diselenggarakan di New Delhi India pada tahun 1951. 

Tahun ini Indonesia terpilih menjadi tuan rumah setelah Vietnam yang seharusnya mendapat giliran mengundurkan diri karena masalah keuangan. Kali ini kota yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah Jakarta dan Palembang. 

Sebenarnya ini bukan kali pertama Indonesia menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games. Di tahun 1962 kita pernah menjadi tuan rumah juga. Patung Selamat Datang yang dibuat oleh seniman Edhi Sunarso pada tahun 1961 yang saat ini masih berdiri kokoh di bundaran HI, menjadi saksi sejarah penyambutan secara simbolis tamu-tamu manca di Asian Games ke-4 yang diselenggarakan tanggal 24 Agustus - 4 September 1962 di Jakarta.  

Terpilihnya kembali Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 ini bukan tanpa alasan. Salah satu pertimbangannya adalah faktor keamanan dan ketersediaannya infrastruktur yang memadai. Dan saatnya bagi kita untuk membuktikan kepada dunia bahwa semua itu benar adanya. 

Akan banyak manfaat besar yang bisa kita raih seandainya penyelenggaraan Asian Games ini sukses.  Sebuah promosi besar  terutama untuk sektor pariwisata dan budaya. 

Persiapan infrastruktur telah dilakukan oleh pemerintah baik di Jakarta maupun Palembang.  Mulai dari pembenahan Gelora Bung Karno,  pembangunan wisma atlet, perbaikan dan pembangunan sarana prasarana transportasi,  dan lain-lain. Itu semua tidak akan ada makna tanpa dukungan kita warga negara Indonesia untuk turut menyukseskannya.

Sumber : Asian Games 2018
Sebagai tuan rumah ada 2 target besar yang harus kita capai. Sukses sebagai tuan rumah, dan sukses pula mendulang banyak prestasi di olah raga-olah raga yang dipertandingkan. Terutama untuk cabang olah raga yang diunggulkan, dalam hal ini Bapak Presiden Jokowi menargetkan negara Indonesia berhasil masuk 10 besar.

Sumber : instragram @kemenpora
Penyelenggaraan Asian Games 2018
Di Asian Games 2018 ini,  akan ada 45 negara yang mengikuti event ini,   dengan total sekitar 15.000 atlet yang akan mewakili untuk mengikuti kompetisi di 40 cabang olah raga yang dipertandingkan. 

Dan tidak bisa dipungkiri prestasi olah raga menjadi salah satu tolok ukur berjayanya sebuah negara dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Dalam pidatonya di tahun 1962 pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4, Pak Karno presiden RI 1 pernah menyampaikan bahwa "Asian Games bukan terbatas pertandingan olah raga,  tetapi mengusung harga diri bangsa". 

Sebagai sebuah negara, Asian Games merupakan event bersama.  Menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia untuk menyukseskannya.  Tidak hanya daerah atau propinsi yang menjadi tempat penyelenggaraan yang wajib berbenah untuk menyongsong perhelatan Asian Games 2018 tetapi seluruh wilayah Indonesia harus bersiap menyambutnya. 

Meskipun kota Palembang dan Jakarta yang menjadi ajang penyelenggaraan,  namun hakikatnya tuan rumah dari kegiatan ini adalah Indonesia. Berhasil tidaknya event ini akan berpengaruh terhadap nama baik bangsa dan negara.  Oleh sebab itu sudah seharusnya kita harus dukung bersama penyelenggaraan Asian Games 2018.

Sumber : instagram @asiangames2018
Apalagi besar kemungkinan dalam perhelatan itu tidak cuma para atlet yang datang, tapi para kerabat,  supporter juga turut serta. Bisa jadi selama berada di Indonesia mereka tidak hanya fokus di tempat penyelenggaraan saja tetapi juga propinsi-propinsi lain untuk berkunjung dan berwisata. Sehingga ini menjadi peluang besar bagi kita untuk meningkatkan kunjungan wisatawan manca ke negara kita. 

Event ini juga merupakan ajang bagi kita bangsa Indonesia mengobarkan kembali semangat kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara lewat 3 maskot Asian Games 2018 yang mengingatkan kita dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" , mereka adalah :

Sumber : instagram @asiangames2018
Bhin Bhin, seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang merepresentasikan strategi. Bhin Bhin mengenakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.

Atung, seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.

Kaka, seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Ketiga maskot tersebut terlihat sangat menggemaskan,  dan merupakan merchandise yang sangat menarik untuk dikoleksi.  Sayapun berharap dapat memiliki.

Dukungan Jogja untuk Asian Games 2018
Meskipun Jogja bukan tempat dilaksanakannya Asian games 2018, namun semangat  dan dukungan terhadap Asian games 2018 sangat terasa. Terlebih di kalangan muda.

Jogja sendiri memiliki komunitas peduli pariwisata yang tergabung dalam genpi jogja, yang merupakan binaan langsung dari Kementrian Pariwisata yang sangat peduli untuk ikut membagikan informasi lewat media sosial setiap agenda kegiatan yang ada di Jogja khususnya dan Indonesia umumnya. Termasuk kegiatan menyebarkan konten-konten positif untuk mendukung para atlet kita berjuang di arena Asian Games nanti, dan menyebarluaskan theme song maupun beberapa official song Asian Games 2018 agar akrab di telinga masyarakat. 

Terlebih dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 ini, Jogja mendapat kehormatan menjadi titik awal perjalanan kirab obor Asian Games di Indonesia. Sehingga hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Jogja. Prosesi yang diawali dengan penyatuan api dari India dan api dari Mrapen di Candi Prambanan,  Sleman Jogja ini berlangsung pada tanggal 18 Juli 2018. Untuk kemudian dibawa berkeliling kota Jogja pada tanggal 19 Juli 2018 dan berlanjut ke kota solo dan kota-kota lain di Indonesia. Kirab obor merupakan simbol pertemanan dan semangat Asian Games 2018 di seluruh penjuru Indonesia.

Sumber : instagram @dukungbersama
Rute kirab obor Asian Games sediri akan melintasi 18 propinsi dan 54 kota,  mulai dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Barat. Setelah itu, kirab obor akan melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan menyeberang ke Pulau Sumatera, bermula dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung dan akan kembali ke Pulau Jawa melintasi Banten, Jawa Barat, serta akan tiba di DKI Jakarta pada 15 Agustus.

Sumber : instagram @asiangames2018
Gambaran pelaksanaan kirab obor Asian Games 2018 bisa dilihat di video berikut :



Karena Jogja adalah bagian dari Indonesia, maka sebagaimana wilayah-wilayah lain di nusantara,  warga Jogja juga siap mendukung Asian Games 2018. Mari bersama kita sukseskan pelaksanaan Asian Games 2018. Sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi,  demi nama baik dan kejayaan ibu pertiwi. 
Salam... 

Minggu, 08 Juli 2018

Tampil Keren dan Tepat Waktu dengan Jam Tangan Baru



Pepatah Arab mengatakan, waktu itu ibarat pedang.  Dia akan melibas siapa saja yang tidak memanfaatkannya. Arti pepatah ini sangat dalam,  berisi nasihat agar kita menghargai dan tidak menyia-nyiakan waktu. Karena waktu tidak dapat kembali,  sekali berlalu dia tidak akan datang lagi.

Sering mendengar istilah jam karet?  Itu lho istilah yang dipakai untuk orang-orang yang sering tidak tepat waktu untuk menghadiri undangan.  Terus terang saya paling sebel dengan orang-orang yang tidak on time seperti ini.  Kesannya tidak disiplin dan kurang menghargai yang lain. 

Untung di keluarga kami orang tua senantiasa menasihati agar kami selalu tepat waktu.  Bahkan sewaktu kami kecil,  hadiah dari orang tua buat kami anak-anaknya yang nilai raportnya bagus tanpa ada warna merahnya adalah jam tangan. Alasannya biar kami semakin rajin dan tidak terlambat datang ke sekolah.  Itulah salah satu cara orang tua untuk mengajarkan kepada kami untuk menghargai waktu. 

Jam Tangan Sebagai Fashion
Bicara mengenai jam tangan,  benda yang satu ini saat ini tidak sekedar berfungsi untuk menunjukkan waktu saja,  namun lebih jauh berfungsi juga sebagai fashion yang akan mendukung penampilan kita menjadi makin gaya.

Karena berfungsi sebagai fashion,  memilih jam tangan tidak boleh asal-asalan.  Selain melihat kualitas dari jamnya,  model dan warna,  serta ukuran jam juga harus diperhatikan. Jangan sampai jam yang kita pilih tidak sesuai untuk kita pakai,  entah itu karena terlalu besar,  terlalu kecil,  warnanya terlalu pucat,  atau terlalu menyolok dengan warna kulit kita.  Ya,  seperti kita memilih baju lah...harus pintar-pintar memilih modelnya. 

Ngomongin jam tangan,  saya  jadi ingat  rencana saya untuk membeli jam tangan kembar buat saya dan suami. Kebetulan sebentar lagi saya dan suami akan merayakan ulang tahun pernikahan. Dan sepertinya menghadiahkan sebuah jam tangan untuk suami dan juga diri sendiri,  adalah pilihan yang tepat untuk memperingati momentum 11 tahun kebersamaan kami. Selain memiliki makna agar kami selalu mengingat waktu demi waktu yang kami lalui bersama,  penampilan kami pasti akan semakin keren dengan jam tangan terbaru.

Membeli jam tangan online sepertinya lebih praktis dibanding membeli langsung di toko jam.  Di samping bisa lebih lama memilih dan membuat pertimbangan,  saya juga tidak perlu ke mana-mana. Tinggal buka gawai pintar saya,  dan petualangan berbelanja langsung bisa saya mulai.  Tidak capek,  dan tidak perlu ngeluarin ongkos parkir juga. Bisa dilakukan dimanapun saya berada. 

Karena sudah pasti yang mau saya cari adalah jam tangan, meluncurlah saya ke sebuah toko jam online yang direkomendasikan oleh seorang teman yakni The Watch Co. Kawan tersebut menginformasikan koleksi jam tangan pria dan jam tangan wanita di toko online ini lengkap dari berbagai merk dengan model jam tangan terbaru yang bervariasi.

The Watch Co. merupakan distributor resmi jam tangan original Indonesia yang sangat terpercaya yang berdiri sejak tahun 2013 dan fokus pada produk dengan kualitas terbaik dan tampilan yang inovatif.

Selain toko online, the watch co juga memiliki store / toko offline di berbagai kota,  diantaranya di Jakarta, Bandung, Bali, Bekasi, Medan, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya.

The Watch Co menyediakan lebih dari 40 merk jam tangan branded asli dan aksesoris seperti strap jam tangan, gelang / cuff, tas, jaket, rain coat, majalah, dan dompet original untuk pria dan wanita.

Selain itu, jam tangan yang dibeli di sini akan memperoleh garansi ganti baterai seumur hidup,  bebas ongkos kirim (dengan pembelian minimal Rp. 1.000.000,00) dan bisa dicicil dengan bunga 0%. Sehingga cukup meringankan.

Berbelanja Jam Tangan Secara Online di The Watch Co

Memilih produk jam tangan di situs ini sangat mudah,  karena kita akan diberikan pilihan untuk memilih berdasar kategori yang diberikan yakni : all products,  new arrival,  best seller,  sale,  atau brand. Bisa juga langsung memilih kategori jam tangan pria,  jam tangan wanita,  atau unisex.

Tampilan halaman awal web watch. co


Menu yang bisa kita pilih

Nah, berhubung saya baru mencari-cari , saya langsung klik all products. Di halaman yang ditampilkan kita juga dapat menshort berdasar brand,  maupun berdasar harga,  dan memfilter berdasar ukuran jam,  model yang kita inginkan dan lain-lain. Di gambar yang disajikan,  dilengkapi pula dengan harga berikut cicilan perbulan yang dibebankan. Jadi kita bisa sesuaikan jam tangan yang kita pilih berdasar budget kita.

Aneka jam yang bisa kita pilih

Setelah scroll dan klak-klik sana-sini akhirnya pilihan saya jatuh ke jam tangan unisex merk Briston dengan strap warna army. Ini keren sekali...membuat tampilan semakin gaya dan semakin tepat waktu.  Karena nggak bosan dan nggak jemu liat si penunjuk waktu 😍😍

Dua jam yang saya pilih ini memiliki tipe yang sama,  cuma modelnya saja yang sedikit berbeda.  Yang satu bagian arlojinya memiliki warna dasar putih, yang satu hijau.  Saya sendiri suka dua-duanya,  jadi nanti biar suami yang pilih mau yang mana.
Berikut penampilan jam tangan Briston pilihan saya... Keren sekali bukan??

Watch Clubmaster Classic Chronograph with tortoise shell acetate and British green sunray deal

Watch Clubmaster Classic Chronograph with tortoise shell acetate, white dial and green army NATO strap

Kedua jam tersebut masing-masing dibandrol dengan harga Idr.  4.349.000 dengan skema cicilan sebagai berikut :


Gimana?  Tertarik juga untuk membeli jam tangan secara online seperti saya?
Kunjungi saja situs The Watch Co, aneka jam tangan pilihan menanti anda. 
Bisa juga pantengin instagramnya di the watch co
Semoga tulisan ini bermanfaat ya... Salam...

Sabtu, 02 Juni 2018

BW Food Festival : Belajar Food Photography bersama Chef Harisatu Zakaria dan Bakpia Wong Jogja


Sebagai seorang blogger,  saya sangat paham kekurangan  saya.  Yakni kurang bisa meng-capture momen lewat jepretan kamera yang dapat memperkuat jalinan cerita. Padahal gambar atau foto sangat besar perannya dalam menarik perhatian pembaca agar mau sampai tuntas membaca tulisan kita.

Saat sedang mengulas tentang sebuah tempat makan yang memiliki menu unggulan yang ingin direkomendasikan, tidak mungkin narasi akan menjadi menarik tanpa dukungan gambar atau foto-foto yang ciamik.  Oleh karenanya mau tidak mau pengetahuan bagaimana cara menangkap gambar lewat kamera agar hasilnya prima harus saya pelajari juga.

Dan sepertinya semesta mendukung keinginan saya. Lewat undangan workshop food photography sekaligus buka bersama di hari Senin tanggal 31 Mei 2018 lalu,  saya berkesempatan untuk mengunduh ilmu tentang food Photograpy bersama Harisatu Zakaria seorang chef yang memiliki ketertarikan dan keahlian di bidang food styling dan food photograpy.

Kegiatan yang disponsori oleh Bakpia Wong Jogja ini merupakan salah satu acara dalam rangkaian kegiatan BW Food Festival yang dilaksanakan dari tanggal 31 Mei sampai dengan 3 Juni 2018. 

Gerai Bakpia dan Batik Wong Jogja
BW Food Festival adalah sebuah acara yang diadakan untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan Bakpia dan Batik Wong Jogja kepada masyarakat melalui aneka kegiatan. Diantaranya workshop food photography dan workshop shibori. Selain itu ada pula parade food truck yang menjual aneka makanan dan minuman kekinian yang bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit bersama. 

Tentang Workshop Food Photography
Senin, 31 Mei 2018 pukul 15.30 WIB saya sudah berada di Bakpia wong Jogja bersama teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Blogger Jogja.  Ada sekitar 30 peserta yang akan mengikuti materi workshop ini.  Dan mereka terlihat antusias sekali.  Sambil menunggu acara dimulai, saya dan beberapa teman menyempatkan diri melihat-lihat lokasi.

Sepintas terlihat penataan ruang di gerai ini sangat rapi.  Banyak spot-spot foto yang disediakan untuk pengunjung.  Lahan parkirnya pun luas,  sehingga mampu menampung kendaraan tamu dengan jumlah yang banyak.  Nanti deh,  setelah mengikuti workshop fotografi,  saya akan mengeksplor tempat ini.

Sebagian peserta workshop (doc pri) 
Setelah melakukan presensi,  tidak berapa lama kemudian acara dimulai. Chef Hari mulai memperkenalkan diri. Dia bercerita latar belakang ketertarikannya di bidang fotografi,  yang memang sudah ada sejak remaja.  Bahkan selepas SMA tadinya Chef Hari ingin masuk ke jurusan Desain Komunikasi Visual,  tetapi karena anjuran orang tua akhirnya masuk ke jurusan Teknik Boga UNY. 

Chef Hari memulai acara (doc pri) 
Meskipun demikian, Chef Hari tetap bisa melanjutkan passionnya di bidang fotografi, dengan mengambil spesialisasi di bidang food photography. Bahkan food photograpy merupakan kombinasi dari semua hobi Chef Hari,  yakni hobi makan dan fotografi. "Memang benar,  menuruti kehendak orang tua itu banyak hikmahnya," tutur Chef Hari.

Dalam pemaparannya Chef Hari menyampaikan,  fotografi adalah seni melukis cahaya. Kemampuan kita dalam menentukan arah cahaya menjadi faktor penentu bagus tidaknya foto yang kita hasilkan.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Chef Hari juga menyampaikan peralatan atau equipment dasar yang kita harus punya untuk bisa mengambil gambar yang bagus, diantaranya adalah kamera,  tripod,  lighting,  reflektor,  diffuser,  dan lensa.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Dan foto makanan yang bagus merupakan hasil kerjasama dari fotografer dan food stylist.  Percuma foto bagus kalau penataan makanannya tidak cantik.

Hal penting yang harus kita lakukan sebelum melakukan pengambilan foto makanan adalah kita harus paham terlebih dahulu tentang makanan yang akan kita ambil gambarnya.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 

Sehingga kita harus mau mempelajarinya, agar kita bisa menentukan konsep, background,  format,  angle, dan pattern yang tepat untuk makanan yang akan kita ambil gambarnya.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Materi workshop (sumber : Chef Hari)
Termasuk juga objek apa yang akan ditonjolkan, warna, maupun kombinasi dari penataan, pemilihan garnish yang kita gunakan, condiment,  dan property yang kita pakai, semua hanya bisa pas kalau kita terlebih dahulu mempelajari seluk-beluk makanan yang akan kita foto. 

Materi workshop (sumber : Chef Hari) 

Materi workshop (sumber : Chef Hari) 

Banyak sekali ilmu yang diberikan Chef Hari,  yang akan terlalu panjang jika diceritakan di blog ini. Namun ada satu kata kunci yang harus digarisbawahi, dalam food photography keberhasilan kita dalam mengambil gambar dapat dilihat dari berhasil tidaknya foto makanan itu membangkitkan selera makan dari orang yang melihatnya.

Chef Hari memberi contoh menata objek dan properti lain untuk difoto (doc pri) 
Dalam kegiatan ini,  selain teori kami juga melakukan praktik membuat foto dengan objek Bakpia Wong Jogja. Masing-masing kami berusaha menghasilkan karya terbaik yang kami bisa. Dengan berusaha menerapkan ilmu yang diberikan Chef Hari. Dan ini hasil foto jepretan saya,  masih jauh dari sempurna sih, tapi sepertinya lebih bagus dari biasanya 😁😁.

Bakpia Wong Jogja varian reguler (doc pri)
Sesaat jelang berbuka,  workshop food photograpy ini diakhiri dengan gembira, dan kamipun mulai buka puasa.

Tentang Bakpia Wong Jogja
Selain sebagai objek foto,  Bakpia Wong Jogja menarik minat saya untuk mengetahui lebih lanjut tentangnya.  Apalagi saya ini penyuka bakpia,  kue khas Jogja yang sejarah kehadirannya sarat makna. Wujud keberhasilan proses akulturasi yang patut dihargai.  Makanan yang dulunya berasal dari Tionghoa yang telah mengalami penyesuaian rasa sehingga akhirnya justru diakui sebagai makanan khas Jogja.

Ternyata Bakpia Wong Jogja erat kaitannya dengan artis ternama.  Adalah Baim Wong yang ikut meramaikan khasanah kuliner Jogja dengan membawa produk bakpia.  Berbeda dengan artis-artis lainnya yang kebanyakan membawa produk cake kekinian,  Baim Wong tetap konsisten dengan produk bakpia yang memang menjadi ciri khasnya Jogja.

Berfoto bareng maskot bakpia dan batik Wong Jogja
Setelah adzan Magrib berkumandang,  saya berkesempatan mencicipi Bakpia Wong Jogja untuk berbuka. Bakpia ini ada 2 varian, yakni reguler dan premium.  Yang reguler memiliki bentuk seperti bakpia pada umumnya, berkulit tipis dengan aneka isian.  Ada keju,  kacang hijau,  kumbu hitam, susu, dan coklat. Saya berkesempatan mencicipi yang bakpia keju, susu, dan kumbu hitam.  Dari ketiga rasa yang saya coba,  saya paling suka rasa kumbu dan keju.

Bakpia reguler dan bakpia premium (doc. Pri) 
Bakpia Wong Jogja memiliki kulit yang tipis dengan isian yang legit. Jika dibandingkan dengan bakpia dari produsen lain yang pernah saya coba,  cita rasa Bakpia Wong Jogja satu tingkat di atasnya. Rasa kejunya lebih terasa,  kumbu hitamnya juga lebih legit dengan campuran rasa manis dan gurih yang pas.

Sedangkan yang premium memiliki penampakan yang berbeda, berbentuk seperti bunga mawar dengan kulit berwarna coklat.  Dengan 2 pilihan rasa yang bisa dipilih yakni choco almond dan choco hazelnut. Saya mencoba yang choco almond.  Rasa coklatnya mantab bercampur dengan gurihnya almond. Kulitnya lebih tebal dengan rasa yang ngeprul, mirip seperti kulit pastry. Gambaran bakpia kekinian yang cantik untuk hantaran.

Outlet Bakpia Wong Jogja ini ternyata menjadi satu dengan gerai batik dengan merk yang sama,  Wong Jogja.  Tampaknya Baim Wong benar-benar ingin mengangkat oleh-oleh khas Jogja dalam bisnisnya, yakni batik dan bakpia. 

Outlet Bakpia Wong Jogja (doc pri) 

Outlet batik Wong Jogja (doc pri) 
Menempati area yang cukup luas dan letak yang strategis, outlet Bakpia dan Batik Wong Jogja layak untuk menjadi rujukan para wisatawan yang ingin belanja buah tangan. Harga yang dipatok pun tidak mahal. Satu box bakpia reguler isi 15 diberi harga Rp. 45.000,00. Sedangkan untuk varian premium satu box isi 15 dibandrol dengan harga  Rp. 65.000,00.

Sudut unik yang bagus untuk berfoto (doc. Agustina) 
Bakpia Wong Jogja juga memiliki fasilitas mushola dan kamar mandi yang memadai. Ada pula food court dengan aneka menu yang bisa dinikmati pengunjung yang ingin berlama-lama menikmati suasana. Teman-teman tertarik juga? Silakan datang ke outletnya yang terletak di Jl. H. O. S Cokroaminoto no 149 Yogyakarta. Atau bisa kepoin dulu instagramnya di bakpiawongjogja. Bakpia Wong Jogja, #enakeoraisolali.. 

Salam...