Sabtu, 14 Juli 2018

Dari Jogja Kami Dukung Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta

Tahun 2018 adalah tahun yang sibuk bagi kita bangsa Indonesia. Setelah sukses dengan penyelenggaraan Pilkada serentak,  ada lagi sebuah perhelatan besar yang hendak digelar.  Yakni pesta olah raga negara-negara Asia, Asian Games.


Asian games adalah pesta olah raga terbesar kedua setelah olimpiade yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. Pertama kali diselenggarakan di New Delhi India pada tahun 1951. 

Tahun ini Indonesia terpilih menjadi tuan rumah setelah Vietnam yang seharusnya mendapat giliran mengundurkan diri karena masalah keuangan. Kali ini kota yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah Jakarta dan Palembang. 

Sebenarnya ini bukan kali pertama Indonesia menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games. Di tahun 1962 kita pernah menjadi tuan rumah juga. Patung Selamat Datang yang dibuat oleh seniman Edhi Sunarso pada tahun 1961 yang saat ini masih berdiri kokoh di bundaran HI, menjadi saksi sejarah penyambutan secara simbolis tamu-tamu manca di Asian Games ke-4 yang diselenggarakan tanggal 24 Agustus - 4 September 1962 di Jakarta.  

Terpilihnya kembali Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 ini bukan tanpa alasan. Salah satu pertimbangannya adalah faktor keamanan dan ketersediaannya infrastruktur yang memadai. Dan saatnya bagi kita untuk membuktikan kepada dunia bahwa semua itu benar adanya. 

Akan banyak manfaat besar yang bisa kita raih seandainya penyelenggaraan Asian Games ini sukses.  Sebuah promosi besar  terutama untuk sektor pariwisata dan budaya. 

Persiapan infrastruktur telah dilakukan oleh pemerintah baik di Jakarta maupun Palembang.  Mulai dari pembenahan Gelora Bung Karno,  pembangunan wisma atlet, perbaikan dan pembangunan sarana prasarana transportasi,  dan lain-lain. Itu semua tidak akan ada makna tanpa dukungan kita warga negara Indonesia untuk turut menyukseskannya.

Sumber : Asian Games 2018
Sebagai tuan rumah ada 2 target besar yang harus kita capai. Sukses sebagai tuan rumah, dan sukses pula mendulang banyak prestasi di olah raga-olah raga yang dipertandingkan. Terutama untuk cabang olah raga yang diunggulkan, dalam hal ini Bapak Presiden Jokowi menargetkan negara Indonesia berhasil masuk 10 besar.

Sumber : instragram @kemenpora
Penyelenggaraan Asian Games 2018
Di Asian Games 2018 ini,  akan ada 45 negara yang mengikuti event ini,   dengan total sekitar 15.000 atlet yang akan mewakili untuk mengikuti kompetisi di 40 cabang olah raga yang dipertandingkan. 

Dan tidak bisa dipungkiri prestasi olah raga menjadi salah satu tolok ukur berjayanya sebuah negara dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Dalam pidatonya di tahun 1962 pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4, Pak Karno presiden RI 1 pernah menyampaikan bahwa "Asian Games bukan terbatas pertandingan olah raga,  tetapi mengusung harga diri bangsa". 

Sebagai sebuah negara, Asian Games merupakan event bersama.  Menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia untuk menyukseskannya.  Tidak hanya daerah atau propinsi yang menjadi tempat penyelenggaraan yang wajib berbenah untuk menyongsong perhelatan Asian Games 2018 tetapi seluruh wilayah Indonesia harus bersiap menyambutnya. 

Meskipun kota Palembang dan Jakarta yang menjadi ajang penyelenggaraan,  namun hakikatnya tuan rumah dari kegiatan ini adalah Indonesia. Berhasil tidaknya event ini akan berpengaruh terhadap nama baik bangsa dan negara.  Oleh sebab itu sudah seharusnya kita harus dukung bersama penyelenggaraan Asian Games 2018.

Sumber : instagram @asiangames2018
Apalagi besar kemungkinan dalam perhelatan itu tidak cuma para atlet yang datang, tapi para kerabat,  supporter juga turut serta. Bisa jadi selama berada di Indonesia mereka tidak hanya fokus di tempat penyelenggaraan saja tetapi juga propinsi-propinsi lain untuk berkunjung dan berwisata. Sehingga ini menjadi peluang besar bagi kita untuk meningkatkan kunjungan wisatawan manca ke negara kita. 

Event ini juga merupakan ajang bagi kita bangsa Indonesia mengobarkan kembali semangat kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara lewat 3 maskot Asian Games 2018 yang mengingatkan kita dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" , mereka adalah :

Sumber : instagram @asiangames2018
Bhin Bhin, seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang merepresentasikan strategi. Bhin Bhin mengenakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.

Atung, seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.

Kaka, seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Ketiga maskot tersebut terlihat sangat menggemaskan,  dan merupakan merchandise yang sangat menarik untuk dikoleksi.  Sayapun berharap dapat memiliki.

Dukungan Jogja untuk Asian Games 2018
Meskipun Jogja bukan tempat dilaksanakannya Asian games 2018, namun semangat  dan dukungan terhadap Asian games 2018 sangat terasa. Terlebih di kalangan muda.

Jogja sendiri memiliki komunitas peduli pariwisata yang tergabung dalam genpi jogja, yang merupakan binaan langsung dari Kementrian Pariwisata yang sangat peduli untuk ikut membagikan informasi lewat media sosial setiap agenda kegiatan yang ada di Jogja khususnya dan Indonesia umumnya. Termasuk kegiatan menyebarkan konten-konten positif untuk mendukung para atlet kita berjuang di arena Asian Games nanti, dan menyebarluaskan theme song maupun beberapa official song Asian Games 2018 agar akrab di telinga masyarakat. 

Terlebih dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 ini, Jogja mendapat kehormatan menjadi titik awal perjalanan kirab obor Asian Games di Indonesia. Sehingga hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Jogja. Prosesi yang diawali dengan penyatuan api dari India dan api dari Mrapen di Candi Prambanan,  Sleman Jogja ini berlangsung pada tanggal 18 Juli 2018. Untuk kemudian dibawa berkeliling kota Jogja pada tanggal 19 Juli 2018 dan berlanjut ke kota solo dan kota-kota lain di Indonesia. Kirab obor merupakan simbol pertemanan dan semangat Asian Games 2018 di seluruh penjuru Indonesia.

Sumber : instagram @dukungbersama
Rute kirab obor Asian Games sediri akan melintasi 18 propinsi dan 54 kota,  mulai dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Barat. Setelah itu, kirab obor akan melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan menyeberang ke Pulau Sumatera, bermula dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung dan akan kembali ke Pulau Jawa melintasi Banten, Jawa Barat, serta akan tiba di DKI Jakarta pada 15 Agustus.

Sumber : instagram @asiangames2018
Gambaran pelaksanaan kirab obor Asian Games 2018 bisa dilihat di video berikut :



Karena Jogja adalah bagian dari Indonesia, maka sebagaimana wilayah-wilayah lain di nusantara,  warga Jogja juga siap mendukung Asian Games 2018. Mari bersama kita sukseskan pelaksanaan Asian Games 2018. Sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi,  demi nama baik dan kejayaan ibu pertiwi. 
Salam... 

Minggu, 08 Juli 2018

Tampil Keren dan Tepat Waktu dengan Jam Tangan Baru



Pepatah Arab mengatakan, waktu itu ibarat pedang.  Dia akan melibas siapa saja yang tidak memanfaatkannya. Arti pepatah ini sangat dalam,  berisi nasihat agar kita menghargai dan tidak menyia-nyiakan waktu. Karena waktu tidak dapat kembali,  sekali berlalu dia tidak akan datang lagi.

Sering mendengar istilah jam karet?  Itu lho istilah yang dipakai untuk orang-orang yang sering tidak tepat waktu untuk menghadiri undangan.  Terus terang saya paling sebel dengan orang-orang yang tidak on time seperti ini.  Kesannya tidak disiplin dan kurang menghargai yang lain. 

Untung di keluarga kami orang tua senantiasa menasihati agar kami selalu tepat waktu.  Bahkan sewaktu kami kecil,  hadiah dari orang tua buat kami anak-anaknya yang nilai raportnya bagus tanpa ada warna merahnya adalah jam tangan. Alasannya biar kami semakin rajin dan tidak terlambat datang ke sekolah.  Itulah salah satu cara orang tua untuk mengajarkan kepada kami untuk menghargai waktu. 

Jam Tangan Sebagai Fashion
Bicara mengenai jam tangan,  benda yang satu ini saat ini tidak sekedar berfungsi untuk menunjukkan waktu saja,  namun lebih jauh berfungsi juga sebagai fashion yang akan mendukung penampilan kita menjadi makin gaya.

Karena berfungsi sebagai fashion,  memilih jam tangan tidak boleh asal-asalan.  Selain melihat kualitas dari jamnya,  model dan warna,  serta ukuran jam juga harus diperhatikan. Jangan sampai jam yang kita pilih tidak sesuai untuk kita pakai,  entah itu karena terlalu besar,  terlalu kecil,  warnanya terlalu pucat,  atau terlalu menyolok dengan warna kulit kita.  Ya,  seperti kita memilih baju lah...harus pintar-pintar memilih modelnya. 

Ngomongin jam tangan,  saya  jadi ingat  rencana saya untuk membeli jam tangan kembar buat saya dan suami. Kebetulan sebentar lagi saya dan suami akan merayakan ulang tahun pernikahan. Dan sepertinya menghadiahkan sebuah jam tangan untuk suami dan juga diri sendiri,  adalah pilihan yang tepat untuk memperingati momentum 11 tahun kebersamaan kami. Selain memiliki makna agar kami selalu mengingat waktu demi waktu yang kami lalui bersama,  penampilan kami pasti akan semakin keren dengan jam tangan terbaru.

Membeli jam tangan online sepertinya lebih praktis dibanding membeli langsung di toko jam.  Di samping bisa lebih lama memilih dan membuat pertimbangan,  saya juga tidak perlu ke mana-mana. Tinggal buka gawai pintar saya,  dan petualangan berbelanja langsung bisa saya mulai.  Tidak capek,  dan tidak perlu ngeluarin ongkos parkir juga. Bisa dilakukan dimanapun saya berada. 

Karena sudah pasti yang mau saya cari adalah jam tangan, meluncurlah saya ke sebuah toko jam online yang direkomendasikan oleh seorang teman yakni The Watch Co. Kawan tersebut menginformasikan koleksi jam tangan pria dan jam tangan wanita di toko online ini lengkap dari berbagai merk dengan model jam tangan terbaru yang bervariasi.

The Watch Co. merupakan distributor resmi jam tangan original Indonesia yang sangat terpercaya yang berdiri sejak tahun 2013 dan fokus pada produk dengan kualitas terbaik dan tampilan yang inovatif.

Selain toko online, the watch co juga memiliki store / toko offline di berbagai kota,  diantaranya di Jakarta, Bandung, Bali, Bekasi, Medan, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya.

The Watch Co menyediakan lebih dari 40 merk jam tangan branded asli dan aksesoris seperti strap jam tangan, gelang / cuff, tas, jaket, rain coat, majalah, dan dompet original untuk pria dan wanita.

Selain itu, jam tangan yang dibeli di sini akan memperoleh garansi ganti baterai seumur hidup,  bebas ongkos kirim (dengan pembelian minimal Rp. 1.000.000,00) dan bisa dicicil dengan bunga 0%. Sehingga cukup meringankan.

Berbelanja Jam Tangan Secara Online di The Watch Co

Memilih produk jam tangan di situs ini sangat mudah,  karena kita akan diberikan pilihan untuk memilih berdasar kategori yang diberikan yakni : all products,  new arrival,  best seller,  sale,  atau brand. Bisa juga langsung memilih kategori jam tangan pria,  jam tangan wanita,  atau unisex.

Tampilan halaman awal web watch. co


Menu yang bisa kita pilih

Nah, berhubung saya baru mencari-cari , saya langsung klik all products. Di halaman yang ditampilkan kita juga dapat menshort berdasar brand,  maupun berdasar harga,  dan memfilter berdasar ukuran jam,  model yang kita inginkan dan lain-lain. Di gambar yang disajikan,  dilengkapi pula dengan harga berikut cicilan perbulan yang dibebankan. Jadi kita bisa sesuaikan jam tangan yang kita pilih berdasar budget kita.

Aneka jam yang bisa kita pilih

Setelah scroll dan klak-klik sana-sini akhirnya pilihan saya jatuh ke jam tangan unisex merk Briston dengan strap warna army. Ini keren sekali...membuat tampilan semakin gaya dan semakin tepat waktu.  Karena nggak bosan dan nggak jemu liat si penunjuk waktu 😍😍

Dua jam yang saya pilih ini memiliki tipe yang sama,  cuma modelnya saja yang sedikit berbeda.  Yang satu bagian arlojinya memiliki warna dasar putih, yang satu hijau.  Saya sendiri suka dua-duanya,  jadi nanti biar suami yang pilih mau yang mana.
Berikut penampilan jam tangan Briston pilihan saya... Keren sekali bukan??

Watch Clubmaster Classic Chronograph with tortoise shell acetate and British green sunray deal

Watch Clubmaster Classic Chronograph with tortoise shell acetate, white dial and green army NATO strap

Kedua jam tersebut masing-masing dibandrol dengan harga Idr.  4.349.000 dengan skema cicilan sebagai berikut :


Gimana?  Tertarik juga untuk membeli jam tangan secara online seperti saya?
Kunjungi saja situs The Watch Co, aneka jam tangan pilihan menanti anda. 
Bisa juga pantengin instagramnya di the watch co
Semoga tulisan ini bermanfaat ya... Salam...

Sabtu, 02 Juni 2018

BW Food Festival : Belajar Food Photography bersama Chef Harisatu Zakaria dan Bakpia Wong Jogja


Sebagai seorang blogger,  saya sangat paham kekurangan  saya.  Yakni kurang bisa meng-capture momen lewat jepretan kamera yang dapat memperkuat jalinan cerita. Padahal gambar atau foto sangat besar perannya dalam menarik perhatian pembaca agar mau sampai tuntas membaca tulisan kita.

Saat sedang mengulas tentang sebuah tempat makan yang memiliki menu unggulan yang ingin direkomendasikan, tidak mungkin narasi akan menjadi menarik tanpa dukungan gambar atau foto-foto yang ciamik.  Oleh karenanya mau tidak mau pengetahuan bagaimana cara menangkap gambar lewat kamera agar hasilnya prima harus saya pelajari juga.

Dan sepertinya semesta mendukung keinginan saya. Lewat undangan workshop food photography sekaligus buka bersama di hari Senin tanggal 31 Mei 2018 lalu,  saya berkesempatan untuk mengunduh ilmu tentang food Photograpy bersama Harisatu Zakaria seorang chef yang memiliki ketertarikan dan keahlian di bidang food styling dan food photograpy.

Kegiatan yang disponsori oleh Bakpia Wong Jogja ini merupakan salah satu acara dalam rangkaian kegiatan BW Food Festival yang dilaksanakan dari tanggal 31 Mei sampai dengan 3 Juni 2018. 

Gerai Bakpia dan Batik Wong Jogja
BW Food Festival adalah sebuah acara yang diadakan untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan Bakpia dan Batik Wong Jogja kepada masyarakat melalui aneka kegiatan. Diantaranya workshop food photography dan workshop shibori. Selain itu ada pula parade food truck yang menjual aneka makanan dan minuman kekinian yang bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit bersama. 

Tentang Workshop Food Photography
Senin, 31 Mei 2018 pukul 15.30 WIB saya sudah berada di Bakpia wong Jogja bersama teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Blogger Jogja.  Ada sekitar 30 peserta yang akan mengikuti materi workshop ini.  Dan mereka terlihat antusias sekali.  Sambil menunggu acara dimulai, saya dan beberapa teman menyempatkan diri melihat-lihat lokasi.

Sepintas terlihat penataan ruang di gerai ini sangat rapi.  Banyak spot-spot foto yang disediakan untuk pengunjung.  Lahan parkirnya pun luas,  sehingga mampu menampung kendaraan tamu dengan jumlah yang banyak.  Nanti deh,  setelah mengikuti workshop fotografi,  saya akan mengeksplor tempat ini.

Sebagian peserta workshop (doc pri) 
Setelah melakukan presensi,  tidak berapa lama kemudian acara dimulai. Chef Hari mulai memperkenalkan diri. Dia bercerita latar belakang ketertarikannya di bidang fotografi,  yang memang sudah ada sejak remaja.  Bahkan selepas SMA tadinya Chef Hari ingin masuk ke jurusan Desain Komunikasi Visual,  tetapi karena anjuran orang tua akhirnya masuk ke jurusan Teknik Boga UNY. 

Chef Hari memulai acara (doc pri) 
Meskipun demikian, Chef Hari tetap bisa melanjutkan passionnya di bidang fotografi, dengan mengambil spesialisasi di bidang food photography. Bahkan food photograpy merupakan kombinasi dari semua hobi Chef Hari,  yakni hobi makan dan fotografi. "Memang benar,  menuruti kehendak orang tua itu banyak hikmahnya," tutur Chef Hari.

Dalam pemaparannya Chef Hari menyampaikan,  fotografi adalah seni melukis cahaya. Kemampuan kita dalam menentukan arah cahaya menjadi faktor penentu bagus tidaknya foto yang kita hasilkan.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Chef Hari juga menyampaikan peralatan atau equipment dasar yang kita harus punya untuk bisa mengambil gambar yang bagus, diantaranya adalah kamera,  tripod,  lighting,  reflektor,  diffuser,  dan lensa.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Dan foto makanan yang bagus merupakan hasil kerjasama dari fotografer dan food stylist.  Percuma foto bagus kalau penataan makanannya tidak cantik.

Hal penting yang harus kita lakukan sebelum melakukan pengambilan foto makanan adalah kita harus paham terlebih dahulu tentang makanan yang akan kita ambil gambarnya.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 

Sehingga kita harus mau mempelajarinya, agar kita bisa menentukan konsep, background,  format,  angle, dan pattern yang tepat untuk makanan yang akan kita ambil gambarnya.

Materi workshop (sumber : chef Hari) 
Materi workshop (sumber : Chef Hari)
Termasuk juga objek apa yang akan ditonjolkan, warna, maupun kombinasi dari penataan, pemilihan garnish yang kita gunakan, condiment,  dan property yang kita pakai, semua hanya bisa pas kalau kita terlebih dahulu mempelajari seluk-beluk makanan yang akan kita foto. 

Materi workshop (sumber : Chef Hari) 

Materi workshop (sumber : Chef Hari) 

Banyak sekali ilmu yang diberikan Chef Hari,  yang akan terlalu panjang jika diceritakan di blog ini. Namun ada satu kata kunci yang harus digarisbawahi, dalam food photography keberhasilan kita dalam mengambil gambar dapat dilihat dari berhasil tidaknya foto makanan itu membangkitkan selera makan dari orang yang melihatnya.

Chef Hari memberi contoh menata objek dan properti lain untuk difoto (doc pri) 
Dalam kegiatan ini,  selain teori kami juga melakukan praktik membuat foto dengan objek Bakpia Wong Jogja. Masing-masing kami berusaha menghasilkan karya terbaik yang kami bisa. Dengan berusaha menerapkan ilmu yang diberikan Chef Hari. Dan ini hasil foto jepretan saya,  masih jauh dari sempurna sih, tapi sepertinya lebih bagus dari biasanya 😁😁.

Bakpia Wong Jogja varian reguler (doc pri)
Sesaat jelang berbuka,  workshop food photograpy ini diakhiri dengan gembira, dan kamipun mulai buka puasa.

Tentang Bakpia Wong Jogja
Selain sebagai objek foto,  Bakpia Wong Jogja menarik minat saya untuk mengetahui lebih lanjut tentangnya.  Apalagi saya ini penyuka bakpia,  kue khas Jogja yang sejarah kehadirannya sarat makna. Wujud keberhasilan proses akulturasi yang patut dihargai.  Makanan yang dulunya berasal dari Tionghoa yang telah mengalami penyesuaian rasa sehingga akhirnya justru diakui sebagai makanan khas Jogja.

Ternyata Bakpia Wong Jogja erat kaitannya dengan artis ternama.  Adalah Baim Wong yang ikut meramaikan khasanah kuliner Jogja dengan membawa produk bakpia.  Berbeda dengan artis-artis lainnya yang kebanyakan membawa produk cake kekinian,  Baim Wong tetap konsisten dengan produk bakpia yang memang menjadi ciri khasnya Jogja.

Berfoto bareng maskot bakpia dan batik Wong Jogja
Setelah adzan Magrib berkumandang,  saya berkesempatan mencicipi Bakpia Wong Jogja untuk berbuka. Bakpia ini ada 2 varian, yakni reguler dan premium.  Yang reguler memiliki bentuk seperti bakpia pada umumnya, berkulit tipis dengan aneka isian.  Ada keju,  kacang hijau,  kumbu hitam, susu, dan coklat. Saya berkesempatan mencicipi yang bakpia keju, susu, dan kumbu hitam.  Dari ketiga rasa yang saya coba,  saya paling suka rasa kumbu dan keju.

Bakpia reguler dan bakpia premium (doc. Pri) 
Bakpia Wong Jogja memiliki kulit yang tipis dengan isian yang legit. Jika dibandingkan dengan bakpia dari produsen lain yang pernah saya coba,  cita rasa Bakpia Wong Jogja satu tingkat di atasnya. Rasa kejunya lebih terasa,  kumbu hitamnya juga lebih legit dengan campuran rasa manis dan gurih yang pas.

Sedangkan yang premium memiliki penampakan yang berbeda, berbentuk seperti bunga mawar dengan kulit berwarna coklat.  Dengan 2 pilihan rasa yang bisa dipilih yakni choco almond dan choco hazelnut. Saya mencoba yang choco almond.  Rasa coklatnya mantab bercampur dengan gurihnya almond. Kulitnya lebih tebal dengan rasa yang ngeprul, mirip seperti kulit pastry. Gambaran bakpia kekinian yang cantik untuk hantaran.

Outlet Bakpia Wong Jogja ini ternyata menjadi satu dengan gerai batik dengan merk yang sama,  Wong Jogja.  Tampaknya Baim Wong benar-benar ingin mengangkat oleh-oleh khas Jogja dalam bisnisnya, yakni batik dan bakpia. 

Outlet Bakpia Wong Jogja (doc pri) 

Outlet batik Wong Jogja (doc pri) 
Menempati area yang cukup luas dan letak yang strategis, outlet Bakpia dan Batik Wong Jogja layak untuk menjadi rujukan para wisatawan yang ingin belanja buah tangan. Harga yang dipatok pun tidak mahal. Satu box bakpia reguler isi 15 diberi harga Rp. 45.000,00. Sedangkan untuk varian premium satu box isi 15 dibandrol dengan harga  Rp. 65.000,00.

Sudut unik yang bagus untuk berfoto (doc. Agustina) 
Bakpia Wong Jogja juga memiliki fasilitas mushola dan kamar mandi yang memadai. Ada pula food court dengan aneka menu yang bisa dinikmati pengunjung yang ingin berlama-lama menikmati suasana. Teman-teman tertarik juga? Silakan datang ke outletnya yang terletak di Jl. H. O. S Cokroaminoto no 149 Yogyakarta. Atau bisa kepoin dulu instagramnya di bakpiawongjogja. Bakpia Wong Jogja, #enakeoraisolali.. 

Salam... 

Rabu, 30 Mei 2018

#PesonaRamadhan2018 : Menikmati Aktivitas "Golek Takjil" di Kampoeng Mataraman

Gerbang masuk Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam,  nuansa ramadhan di Indonesia sangat terasa.  Mulai dari munculnya pasar tiban yang menyediakan aneka jajanan untuk berbuka di waktu petang,  ramainya masjid yang menyelenggarakan aktivitas keagamaan,  hingga aneka tawaran paket buka bersama di tempat-tempat makan yang menyediakan aneka menu unggulan.

Bulan ramadhan memang bulan yang membawa keberkahan.  Banyak roda kegiatan ekonomi yang menggeliat di bulan ini.  Dari yang sejak awal memang sudah menjadi pengusaha,  sampai yang tiba-tiba menjadi pengusaha dadakan, terutama usaha kulineran. 

Tak terkecuali di Jogja tercinta.   Banyak tempat wisata kuliner yang bisa jadi rujukan. Sebut saja pasar Jogokariyan,  pasar Kauman,  ditambah lagi ada 7 pasar destinasi wisata digital baru yang selama ramadhan juga ikut buka di waktu sore. Sehingga menambah alternatif tujuan untuk ngabuburit.

Salah satu destinasi digital,  Pasar Banyunibo
(doc : pasarbanyunibo
Saya sendiri merasakan momen ramadhan ini membuat waktu terasa lebih longgar. Rutinitas pekerjaan tidak sepadat biasanya, terutama aktivitas di seputar dapur. Sehingga kesempatan untuk berjalan-jalan menikmati suasana sore bisa lebih leluasa dilakukan. "Golek Takjil" demikian istilah yang saat ini tengah trend di kalangan masyarakat Jogja. Mengacu pada kegiatan mencari menu berbuka puasa di waktu senja. Saya dan keluarga juga sering melakukannya, jalan-jalan sambil menikmati suasana.

Sayangnya sampai puasa hari ke-12 belum satupun destinasi digital Jogja yang pernah saya datangi.  Dikarenakan waktu dan kondisi yang belum memungkinkan jika pergi ke lokasi yang agak jauhan. Mas sopir yang biasa mengantar masih punya tanggungan beberapa pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun di awal bulan nanti kami telah merencanakan untuk mengunjungi salah satu destinasi  digital di Jogja yang sudah lama menjadi incaran, yakni pasar banyunibo. Sepertinya asyik,  menunggu berbuka sambil menikmati suasana candi..hmm.. Syahduu.. . 

Kampoeng Mataraman,  Menikmati Kulineran dalam Suasana Desa Abad 19-an
Adalah Kampoeng Mataraman sebuah tempat makan yang tidak sengaja saya temukan ketika jalan-jalan menikmati petang menunggu saat adzan berkumandang. Berada di jalan Ringroad Selatan No.93 Glugo Sewon Bantul Jogja,  lokasi Kampoeng Mataraman sebenarnya mudah dicari. Cuma letaknya saja yang agak tersembunyi tidak pas di pinggir jalan,  tapi agak masuk dari jalan utama. Untungnya ada papan petunjuk yang menginformasikan keberadaan Kampoeng Mataraman ini.

Halaman depan Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Kampoeng Mataraman menempati area yang cukup luas yakni sekitar 6 hektar. Berdiri di tanah milik kas desa Panggungharjo,  dan merupakan usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Panggung Lestari.  Sehingga segala pengelolaannya melibatkan masyarakat desa Panggungharjo. Resmi berdiri pada pertengahan tahun 2017 Kampoeng Mataraman diharapkan dapat berkontribusi terhadap pendapatan desa dan mampu meningkatkan kesejahteraan serta taraf perekonomian penduduk setempat. 
Sebagian bangunan beratap limasan di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Kampoeng Mataraman memiliki konsep desa wisata yang mengangkat kuliner khas desa serta edukasi budaya. Dengan latar belakang sejarah kehidupan masyarakat kampung pada jaman kerajaan Mataram di awal abad 19-an. Segala tata ruang dan bangunan yang ada di Kampoeng Mataraman menggunakan konsep penataan kampung di jaman kerajaan Mataram, dimana terdapat kekhasan dalam bentuk bangunan,  lokasi pawon atau dapur,  dan lain-lain.

Salah satu bangunan limasan (doc. Pri) 
Jadi ketika kita memasuki Kampoeng Mataraman,  kita tidak akan merasa sedang masuk ke sebuah tempat makan,  namun kita seperti sedang bertamu ke sebuah desa yang tenang yang seolah membawa kita ke masa lalu. Semua terasa menyatu,  bangunan maupun segala pernik yang ada di situ.  

Yang Istimewa di Kampoeng Mataraman
Begitu kita masuk ke Kampoeng Mataraman,  kita akan disuguhi dengan pemandangan khas pedesaan.  Sebuah gerbang masuk bertulis "Kampoeng Mataraman" seolah memberi ucapan selamat datang. Wajah ramah para pegawai dengan balutan busana jawa akan segera kita temui. Demikian pula tempat makan berbentuk bangunan limasan yang cocok untuk acara gathering bareng keluarga,  kolega,  maupun teman, dengan model duduk lesehan. Bila ingin memesan makanan,  kita bisa langsung ke warung atau ratengan yang menyatu dengan dapur atau pawon,  dimana kita bisa mengambil hidangan ala prasmanan.  Menu yang disajikan adalah sayur dan lauk khas pedesaan, seperti lodeh,  oseng genjer,  mangut lele,  dan lain-lain dengan aneka minuman tradisional seperti wedang sere,  beras kencur,  yang bisa jadi pilihan.

Warung makan (ratengan)  di Kampoeng Mataraman

Pawon yang menyediakan aneka gorengan (doc. Pri) 
Pawon atau dapur yang ada letaknya tidak di bagian belakang,  tapi berdampingan dengan bangunan limasan.  Hal ini mengandung filosofi pawon sebagai tempat meracik makanan mempunyai fungsi yang vital yang merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam hidup,  yakni sandang, pangan,  dan papan. 

Hidangan yang bisa diambil secara prasmanan (doc. Pri) 
Mengunjungi Kampoeng Mataraman, memang tidak sekedar bisa menikmati makan-makan. Namun lebih jauh kita juga bisa belajar tentang tata cara kehidupan masa lampau yang menggantungkan mata pencaharian dengan bercocok tanam.  Di bagian belakang, terdapat areal persawahan untuk para pengunjung melihat aktivitas pertanian,  seperti membajak sawah, menanam padi, atau menanen sayuran.

Musholla (doc. Pri) 
Ada pula halaman belakang tempat aneka mainan tradisional bisa kita coba mainkan.  Ada egrang,  theklek,  gasing, sepeda kumbang  dan masih banyak lagi. Beberapa bisa dimainkan secara free,  ada pula yang berbayar dengan biaya yang cukup terjangkau. Kampoeng Mataraman ini cocok dan juga ramah untuk anak-anak.  Halamannya yang luas memungkinkan anak untuk bereksplorasi dan berekspresi. 

Anak-anak sedang bermain dengan sepeda kumbang (doc. Pri)
Warung jujur,  menjual aneka dolanan anak (doc.pri)

Aneka dolanan anak yang dijual (doc. Pri) 
Bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan mengenakan baju tradisional lengkap dengan segala atributnya, dapat menyewa properti di Kampoeng Mataraman ini.  Telah disediakan pula beragam spot foto yang keren dan instagramable.

Salah satu spot favorit di Kampoeng Mataraman
Menunggu waktu berbuka di Kampoeng Mataraman bisa menjadi pilihan. Karena waktu menunggu tidak memunculkan rasa  bosan. Banyak hal bisa dilakukan.  Duduk bersantai sambil menikmati pemandangan,  atau mencoba aneka dolanan tradisional.

Spot unik di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 

Ngabuburit di Kampoeng Mataraman (doc. Pri) 
Sesuai dengan julukan Jogja sebagai kota wisata dan budaya,  hadirnya Kampoeng Mataram bisa menjadi salah satu referensi tempat wisata kuliner yang asyik untuk dikunjungi. Apalagi fasilitas di sini juga cukup memadai.  Terdapat kamar mandi dan juga mushola yang bisa digunakan para pengunjung. Lahan parkir yang disediakan pun luas, sehingga pengunjung dapat memarkir kendaraannya dengan leluasa. Menikmati makanan sambil belajar kebudayaan? Yuk ke Kampoeng Mataraman...

***

Merasakan Nikmatnya Berbuka dengan Menu Khas Nusantara di Horaios Malioboro Jogja

Teman-teman hari ini puasa?  Kalau saya Insya Allah iya.  Dan seperti lazimnya orang berpuasa,  saat berbuka adalah saat yang paling dinanti-nanti. Ada berbagai cara untuk menunggu waktu berbuka,  ada yang memilih tinggal di rumah sambil nonton siaran televisi,  pergi ke masjid untuk mengaji,  ada pula yang membuat janji dengan kawan-kawan untuk berbuka bersama sambil mempererat silaturahmi. 

Seperti yang saya lakukan hari Senin,  28 Mei 2018 lalu.  Saya bersama teman-teman yang tergabung dalam komunitas blogger Jogja memiliki agenda buka bersama.  Kebetulan kami memperoleh undangan dari manajemen Horaios Malioboro yogyakarta untuk mencicipi paket menu berbuka yang tersaji di restonya.

Doc.  Agatha Vera
Horaios Malioboro Yogyakarta adalah sebuah hotel berbintang tiga yang beralamat di Jl. Gowongan Kidul 57 yogyakarta.  Jaraknya tidak jauh dari pusat kota,  sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi ataupun dengan transportasi umum,  seperti gojek misalnya. 

Dalam undangan disebutkan,  acara akan dimulai pukul 16.30 WIB. Jadi sekitar pukul 16.00 WIB saya berangkat dari rumah.  Lalu lintas saat itu ramai lancar. Dan kurang lebih 10 menit sebelum acara dimulai,  saya telah sampai di lokasi. Sudah ada beberapa teman yang lebih dahulu datang.  Mereka sedang asyik berfoto di sekitar lobi hotel yang nyaman dan asri. 

Taman di sekitar lobi (doc pri) 

Wefie bareng teman blogger (doc.  Ima satrianto) 

Menu Berbuka di Horaios Malioboro Jogja
Pukul 16.30 WIB,  teman-teman dari Komunitas Blogger Jogja sudah datang semua. Kami disambut oleh Mbak Rien selaku Public Relation, untuk kemudian diajak ke Malabar Resto yang ada di Horaios Malioboro Jogja untuk melihat hidangan yang disajikan di sana.

Dalam penjelasannya Mbak Rien menyampaikan  bahwa menu berbuka yang disajikan di Malabar Resto ini diilhami oleh kekayaan dan keanekaragaman kuliner yang ada di Indonesia. Tema yang diambil adalah Festival Kampung Nusantara.  Sehingga dalam setiap harinya,  menu untuk berbuka yang disediakan terdiri dari aneka hidangan yang berasal dari 4 pulau yang ada di Indonesia,  meliputi Kalimantan,  Jawa,  Sumatra,  dan Sulawesi. Mulai dari menu pembuka sampai penutup, semua lengkap tersedia.  Sedangkan untuk menu takjilnya, disediakan kurma,  aneka bubur manis,  puding jelly,  es buah, dan kolak.

Menu dari Pulau Kalimantan (doc. Pri)

Menu dari Pulau Sulawesi (doc. Pri) 

Dengan konsep all u can eat,  paket buka bersama di Malabar Resto per pax dibandrol dengan harga Rp.57.000,00 saja. Plus ada bonus setiap pembelian 10 gratis 1. Hmm..murah banget kan? Oh ya,  paket menu berbuka ini mulai tersedia dari pukul 16.30-20.00 WIB. Yang berarti cukup longgar waktu kita untuk menikmati buka dengan santai.  Jadi begitu adzan magrib berkumandang, kita bisa terlebih dahulu membatalkan puasa dengan menikmati menu takjil secukupnya. Kemudian kita bisa sholat magrib di mushola yang berada tidak jauh dari Malabar Resto.  Baru setelah itu, mulai kita serbu menu-menu yang tersedia.
Menu dari Pulau Sumatera (doc pri) 

Menu dari Pulau Jawa (doc. Pri) 

Menu unggulan di Malabar Resto
Semua menu berbuka di sini sangat menarik untuk dicicipi. Karena jarang di satu tempat kita bisa langsung mendapati sajian dari berbagai pulau seperti yang tersaji di Malabar Resto ini.  Setelah melihat berkeliling,  akhirnya saya memutuskan untuk mengambil hidangan yang menurut saya paling membuat penasaran untuk dicoba.  Hidangan-hidangan itu saya ambil dari berbagai pulau yang ada.

Pojok takjil
Setelah berbuka dengan teh panas,  kurma,  dan martabak kari, mulailah saya hunting hidangan lainnya.  Untuk menu pembuka,  saya mencoba tekwan dari Sumatera.

Tekwan dari Sumatera (doc. Pri) 
Menu ini termasuk yang direkomendasikan.  Perpaduan bakso ikan, serta kuah udangnya terasa gurih dan segar.  Baksonya lembut,  ditambah irisan bengkoang dan jamur kuping yang kres memberikan kekayaan tekstur ketika dikunyah.  Sambalnya pun nampol pedasnya.  Menu yang sangat membangkitkan selera. Pantas kalau menjadi favorit pengunjung. 

Selanjutnya untuk makan besar saya mengambil campuran hidangan dari Kalimantan dan Sulawesi.  Manok tunu (yang ternyata ayam bakar), gangan keladi, dari Kalimantan ditambah tumis bunga pepaya,  dan rica tongkol dari Sulawesi yang menjadi pilihan saya. So far semua hidangan lezat semua.  Namun saya paling berkesan dengan gangan keladinya.  Dimasak santan ternyata enak sekali. Teksturnya lembut dengan cita rasa yang gurih. Kalau tidak ingat perut,  pengen saya nambah lagi.

Penampakan lebih dekat manok tunu dan gangan keladi (doc. Pri) 

Penampakan piring makan saya,  penuh ya.. 😂

Mencicipi hidangan berbuka di Malabar Resto memberi kesan tersendiri.  Betapa ternyata di Indonesia kulinernya sangat menarik dan beragam sekali. Sehingga tidak cukup kalau cuma datang sekali,  karena masih banyak menu lainnya yang belum sempat untuk dicicipi. Saya masih ingin mencoba gohu, ayam woku, soto banjar,  dan menu-menu lainnya. Hmmm... Pasti yummy sekali..

Daftar menu lengkap yang tersaji (doc. Pri) 
Jadi kalau teman-teman tertarik untuk mencoba,  jangan lupa ajak saya ya..😍😍
Untuk reservasi dan informasi selengkapnya silakan hubungi Horaios Malioboro Yogyakarta di nomor 087812718887. Semoga sharing ini bermanfaat.

Salam..